Salin Artikel

11 Cara Mengatasi Kulit Terbakar Matahari Secara Alami dan dengan Bantuan Obat

KOMPAS.com – Kulit terbakar matahari atau dikenal dengan istilah sunburn adalah kondisi yang disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari secara berlebihan.

Kondisi ini bisa ditandai dengan kulit kemerahan, panas, dan terasa perih.

Selain itu, kulit juga mungkin akan mengelupas setelah beberapa hari.

Jika mengalami kulit terbakar matahari, sebaiknya Anda tidak perlu panik.

Jika ditangani dengan tepat, keluhan tersebut pada umumnya bisa membaik dalam 7 hari.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi kulit terbakar matahari yang bisa dilakukan di rumah:

1. Kompres dingin

Melansir Health Line, sunburn pada dasarnya adalah peradangan pada kulit.

Sementara, salah satu cara termudah untuk mengobati peradangan adalah dengan mendinginkan area yang terkena.

Anda bisa memanfaatkan kompres dingin untuk mengatasi kulit terbakar matahari.

Namun, Anda tidak dianjurkan untuk menggunakan es untuk kompres dingin dengan cara menempelkan langsung pada kulit yang terbakar.

Meskipun mungkin terlihat menarik, penggunaan es secara langsung sebenarnya bisa menyebabkan lebih banyak kerusakan pada kulit ekstra sensitif yang terbakar matahari.

Sementara itu, ketika Anda berada di luar ruangan, cara efektif untuk segera membantu kulit terbakar matahari adalah dengan melompat ke dalam air, entah itu lautan, danau, atau sungai.

Masuk ke dalam air dapat membantu mencegah sunburn semakin parah.

Berhati-hatilah dengan kolam, karena air yang mengandung klor dapat lebih mengiritasi kulit.

2. Gunakan soda kue dan oatmeal

Menaruh beberapa sendok makan soda kue ke dalam bak mandi yang berisi air dingin dan berendam selama sekitar 15 hingga 20 menit dapat membantu meminimalkan kerusakan kulit akibat sinar matahari.

Menambahkan secangkir oatmeal ke dalam bak mandi juga diyakini bisa meredakan iritasi dan membantu kulit mempertahankan kelembapan alaminya.

Perlu diperhatikan, jangan menggosok kulit Anda yang terbakar matahari, baik saat di bak mandi atau setelah keluar. Hal ini malah bisa mengakibatkan perlukaan.

3. Gunakan lidah buaya

Gel di dalam tanaman sukulen ini telah digunakan selama berabad-abad untuk mengatasi segala macam penyakit, mulai dari sakit perut hingga infeksi ginjal.

Tidak terkecuali, gel lidah buaya bisa juga dipakai untuk meredakan sunburn.

Mematahkan sebagian batang lidah buaya dan mengoleskan gel ke kulit dapat memberikan bantuan langsung yang menenangkan dari sengatan matahari ringan.

Jika tidak bisa mendapatkan tanaman asli, Anda bisa membeli gel lidah buaya 100 persen yang biasanya tersedia di apotek-apotek.

Ingan, jangan pilih losion atau salep berbahan dasar lidah buaya.

4. Gunakan teh kamomil

Teh kamomil bisa digunakan untuk menenangkan kulit yang terbakar sinar matahari.

Caranya, seduh teh seperti biasa dan biarkan dingin.

Jika sudah siap, rendam waslap di dalamnya dan tempelkan ke area yang terkena.

Jika Anda alergi terhadap serbuk sari, Anda tidak boleh menggunakan perawatan ini.

Hal itu dikarenakan, dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit Anda.

5. Gunakan cuka

Ada banyak pendapat tentang penggunaan cuka untuk mengatasi kulit terbakar matahari.

Beberapa orang mengatakan menambahkan dua cangkir cuka ke air mandi dingin dapat membantu menghilangkan rasa sakit dari luka bakar, sementara yang lain mengatakan keasaman tinggi dalam cuka hanya memperburuk keadaan.

Jika Anda belum pernah menggunakan perawatan ini sebelumnya pada luka bakar ringan, sebaiknya jangan mencobanya pada luka bakar yang lebih besar dan lebih serius.

6. Kenakan pakaian longgar

Saat kulit memperbaiki diri, pastikan Anda untuk mengenakan pakaian ketat yang tidak menempel pada kulit.

Kulit Anda adalah organ terbesar tubuh Anda, jadi yang terbaik adalah memberinya ruang untuk bernapas saat menyembuhkan episode traumatis besar seperti kulit terbakar matahari.

Serat alami, seperti katun, menjadi penutup terbaik badan pascaterkena sengatan matahari.

7. Minum banyak air

Saat kulit Anda berjuang melawan kerusakan akibat sinar matahari, ia membutuhkan kelembapan yang hilang selama Anda berada di bawah sinar matahari.

Jika Anda belum minum delapan gelas air sehari, kulit berbakar matahari yang parah seharusnya bisa menjadi alasan yang cukup untuk membuat Anda mulai rutin melakukannya.

8. Gunakan krim pelembab

Setelah perawatan awal, kulit Anda masih membutuhkan perawatan tambahan.

Salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kulit mengelupas atau setidaknya meminimalkannya adalah dengan mengoleskan krim pelembab secara teratur ke area kulit yang terbakar matahari.

Gunakan pelembab bebas pewangi dan pewarna untuk meminimalkan iritasi kulit.

9. Minum obat pereda nyeri

Melansir Mayo Clinic, obat pereda nyeri bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan rasa sakit setelah terpapar sinar matahari jika memang diperlukan.

Anda bisa menggunakan pereda nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, dan lainnya) atau naproxen sodium (Aleve).

Beberapa pereda nyeri adalah gel yang dioleskan ke kulit Anda.

10. Minum obat antigatal

Antihistamin oral seperti diphenhydramine dapat digunakan untuk membantu meredakan gatal saat kulit mulai mengelupas jika memang dibutuhkan.

11. Lindungi sengatan matahari lanjutan

Jika Anda mengalami kulit terbakar matahari, sangat baik untuk dapat menghindari paparan sinar matahari lebih lanjut.

Ini dapat memperburuk keadaan.

Sementara kulit Anda dalam proses penyembuhan, jauhi dulu sinar matahari, atau lindungi kulit Anda jika Anda harus pergi keluar.

Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika kondisi kulit terbakar matahari yang Anda alami tidak juga membaik setelah dilakukan berbagai penangaan di atas.

https://health.kompas.com/read/2020/10/13/150300468/11-cara-mengatasi-kulit-terbakar-matahari-secara-alami-dan-dengan-bantuan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Health
6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Health
Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.