Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Gejala Infeksi Jamur Vagina dan Penyebabnya

Penyakit ini jamak dialami wanita. Setiap wanita setidaknya mengalami infeksi jamur vagina sekali seumur hidupnya.

Infeksi jamur vagina tidak termasuk penyakit menular seksual. Berikut gejala dan penyebab infeksi jamur vagina.

Gejala infeksi jamur vagina

Infeksi jamur pada vagina sekilas kondisinya mirip dengan sariawan di mulut.

Melansir Mayo Clinic, penderita bisa merasakan beberapa gejala infeksi jamur vagina yang khas, antara lain:

  • Gatal dan iritasi pada vagina
  • Vagina terasa sakit atau panas saat digunakan untuk kencing atau berhubungan seksual
  • Bagian luar alat kelamin wanita atau vulva kemerahan dan bengkak
  • Vagina kemerahan
  • Keputihan dengan cairan berwarna putih, kental, dan tidak berbau

Infeksi jamur pada dinding vagina dapat menyebabkan komplikasi infeksi parah yang ditandai dengan rasa sakit, bengkak, dan gatal parah pada vagina.

Anda perlu ke dokter dan menjalani pengobatan intensif apabila infeksi jamur vagina terjadi lebih dari empat kali dalam setahun.

Karena sebagian besar disebabkan jamur candida, infeksi jamur vagina juga kerap dikenal sebagai infeksi jamur candida atau kandidiasis vagina.

Jamur candida ini sebenarnya sudah ada di tubuh dan hidup di mulut, saluran pencernaan, dan vagina.

Namun, saat keseimbangan kimia vagina terganggu, jamur tersebut bisa berbiak lebih banyak dan memicu infeksi jamur.

Kondisi ini bisa disebabkan beberapa hal, antara lain:

  • Efek samping obat antibiotik
  • Perubahan hormon kewanitaan, seperti saat hamil atau mengonsumsi obat kontrasepsi
  • Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol
  • Daya tahan tubuh lemah

Untuk mencegah infeksi jamur vagina, pastikan Anda menggunakan pakaian dalam yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat.

Selain itu, hindari penggunaan stoking serta produk kewanitaan yang memiliki pewangi seperti sabun, pembalut, dll.

https://health.kompas.com/read/2020/11/25/190100168/gejala-infeksi-jamur-vagina-dan-penyebabnya

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke