Salin Artikel

9 Gejala Sleep Apnea, Gangguan Tidur yang Bisa Picu Serangan Jantung

KOMPAS.com – Sleep apnea adalah gangguan tidur yang berpotensi serius di mana pernapasan berulang kali berhenti.

Kondisi ini dapat ditandai dengan mendengkur keras saat tidur dan merasa lelah padahal sudah tidur semalaman.

Melansir Sleep Foundation, terdapat tiga jenissleep apnea yang dapat terjadi, yakni: 

  • Obstructive sleep apnea (OSA)

Obstructive sleep apnea adalah jenis sleep apnea yang lebih umum terjadi di banding lainnya.

Jenis sleep apnea ini terjadi ketika otot di belakangan tenggorokan terlalu rileks.

Hal ini membuat saluran pernapasan menyempit atau menutup saat menarik napas, misalnya karena lidah tertelan.

  • Central sleep apnea (CSA)

Central sleep apnea terjadi ketika otak tidak mengirimkan sinyal yang tepat ke otot yang mengontrol pernapasan.

Hal ini membuat penderita tidak bisa bernapas lega selama beberapa waktu.

  • Complex sleep apnea

Complex sleep apnea juga dikenal sebagai central sleep apnea yang muncul dalam pengobatan, yang terjadi ketika seseorang menderita obstructive sleep apnea dan central sleep apnea pada saat yang sama.

Merangkum WebMD, sleep apnea termasuk kondisi yang layak diwaspadai.

Jika tidak ditangani, sleep apnea dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, di antaranya:

  • Tekanan darah tinggi
  • Stroke
  • Gagal jantung, detak jantung tidak teratur, dan serangan jantung
  • Diabetes tipe 2
  • Depresi
  • Memburuknya attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), yakni kondisi sulit memusatkan perhatian serta menunjukkan perilaku hiperaktif dan impulsif
  • Sakit kepala

Seperti diketahui, seseorang dengan sleep apnea yang tidak diobati bisa mengalami kondisi berhenti bernapas berulang kali selama tidur, terkadang sampai ratusan kali. Ini berarti otak dan bagian tubuh lainnya mungkin tidak mendapatkan cukup oksigen sehingga dapat menimbulkan sejumlah masalah.

Lebih lanjut, sleep apnea yang tidak diobati mungkin dapat menyebabkan kinerja yang buruk dalam aktivitas sehari-hari, seperti di tempat kerja dan sekolah, kecelakaan kendaraan bermotor, dan prestasi akademik yang rendah pada anak-anak dan remaja.

Gejala sleep apnea

Melansir Mayo Clinic, gejala obstructive sleep apnea dan central sleep apnea cenderung tumpang tindih, sehingga terkadang sulit untuk menentukan jenis apnea yang dialami seseorang.

Tanda dan gejala obstructive sleep apnea dan central sleep apnea yang paling umum meliputi:

  1. Mendengkur keras
  2. Episode di mana penderita berhenti bernapas saat tidur yang akan dilaporkan oleh orang lain
  3. Terengah-engah saat tidur
  4. Bangun dengan mulut kering
  5. Sakit kepala pagi atau saat bangun tidur
  6. Kesulitan untuk tetap tidur (insomnia)
  7. Kantuk di siang hari yang berlebihan (hipersomnia)
  8. Kesulitan untuk fokus atau konsentrasi
  9. Sifat lekas marah

Mendengkur keras dapat mengindikasikan masalah yang berpotensi serius, tetapi tidak semua orang yang menderita sleep apnea mendengkur.

Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda memiliki tanda atau gejala sleep apnea di atas.

Tanyakan kepada dokter tentang masalah tidur yang membuat Anda lelah, mengantuk, dan mudah tersinggung.

Dokter mungkin memiliki beberapa saran yang disesuaikan dengan situasi spesifik Anda atau mereka mungkin merekomendasikan Anda ke dokter spesialis tidur atau seorang sleep physician.

Spesialis tidur dapat melakukan studi tidur atau polisomnogram untuk membantu mendiagnosis sleep apnea.

Tes ini memantau banyak hal seperti gelombang otak, gerakan mata, pernapasan, dan kadar oksigen dalam darah.

Suara mendengkur dan terengah-engah, serta henti napas saat tidur, juga diukur.

Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda yang menunjukkan sleep apnea, jangan ragu untuk segera diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter sepsialis anak.

Setelah diagnosis, dokter anak akan memberikan sejumlah saran terkait pengobatan.

Mereka sering kali akan merujuk Anda ke ahli otolaringologi atau dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) untuk melihat apakah menghilangkan amandel dan kelenjar gondok dapat menyelesaikan masalah.

https://health.kompas.com/read/2021/01/02/180500168/9-gejala-sleep-apnea-gangguan-tidur-yang-bisa-picu-serangan-jantung

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Lemah Jantung
Lemah Jantung
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Health
Pubertas Dini

Pubertas Dini

Penyakit
12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

12 Rekomendasi IDAI untuk Lindungi Anak dari Bahaya Erupsi Semeru

Health
8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

8 Manfaat Minum Air Hangat Setelah Makan

Health
Mastiitis

Mastiitis

Penyakit
3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

3 Penyebab Prostatitis, Biang Kelenjar Prostat Bengkak dan Radang

Health
Penyakit WIlson

Penyakit WIlson

Penyakit
10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

10 Manfaat Kesehatan Tiram, Makanan Laut Kaya Nutrisi

Health
Giardiasis

Giardiasis

Penyakit
Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Manfaat Kesehatan Teh, Minuman Ramuan Obat Selama Ribuan Tahun

Health
Baby Bottle Tooth Decay

Baby Bottle Tooth Decay

Penyakit
7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

7 Rempah-rempah dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Health
Aerophobia

Aerophobia

Penyakit
5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

5 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Health
Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie

Penyakit
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.