Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Mengobati Anosmia dengan Latihan Mencium Bau

Seperti diketahui, anosmia adalah kondisi saat hidung tidak bisa mencium bau atau tidak peka terhadap bau.

Penyebab anosmia bisa beragam yakni infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan, sinusitis kronis, cedera kepala, sampai gangguan saraf seperti penyakit stroke dan parkinson.

Anosmia juga merupakan gejala Covid-19 yang banyak dikeluhkan selain demam, batuk, pilek, sampai sakit tenggorokan.

Sebelum mengulas cara mengobati anosmia dengan melatih indra penciuman, simak lebih dulu efektivitas perawatan ini.

Efektivitas latihan mencium bau untuk anosmia

Studi kohort retrospektif di pengujung 2020 yang dirilis di jurnal Laryngoscope mengungkap potensi manfaat melatih indra penciuman untuk mengobati anosmia secara alami.

Para peneliti menganalisis data 153 penderita gangguan indra penciuman pasca-infeksi atau post-infectious olfactory dysfunction (PIOD) di Jerman pada medio 2008-2018.

Indra penciuman para pasien dilatih dengan mencium beragam aroma seperti kayu putih, lemon, bunga mawar, kayu manis, cokelat, kopi, lavender, madu, sampai stroberi.

Di awal percobaan, kemampuan hidung dalam mencium bau ditakar dan diuji lagi setelah enam bulan menjalani latihan.

Setelah enam bulan latihan mencium bau, para ahli mendapati seluruh peserta penelitian kondisi anosmianya membaik.

Tak hanya penderita yang mengalami anosmia dan parosmia, orang lanjut usia yang semula tidak peka bau kondisinya jadi lebih baik.

Para peneliti lantas menyimpulkan, latihan mencium bau potensial sebagai cara mengobati anosmia secara alami.

“Latihan mencium bau bisa membantu saraf penciuman untuk beregenerasi,” jelas profesor otolaringologi dari Harvard Medical School, Benjamin S. Bleier, MD, FACS, kepada Verywell Health (4/12/2020).

Paparan bau yang berulang tersebut dapat meningkatkan kemampuan saraf di sekitar hidung sekaligus membantu menyembuhkan saraf penciuman yang rusak.

Menurut Profesor Bleier, penelitian terkait efektivitas latihan mencium bau tidak spesifik ditunjukan untuk mengatasi anosmia terkait Covid-19.

Risetnya secara umum ditujukan untuk penderita gangguan indra penciuman pasca-infeksi seperti flu.

Namun, tak ada salahnya latihan mencium bau beragam aroma ini dilakukan karena tidak ada efek sampingnya dan cukup praktis dilakukan.

Cara mengobati anosmia dengan latihan mencium bau

Melansir News-Medical, cara mengatasi anosmia dengan latihan mencium bau cukup mudah dilakukan di rumah.

Siapkan empat jenis bahan yang memiliki aroma berbeda dan bisa mewakili bau wangi aromatik dari bunga atau wewangian, segar dari buah-buahan, pedas, dan tajam atau menusuk hidung.

Para ahli tidak membatasi aroma tertentu untuk digunakan sebagai latihan mencium bau. Setiap penderita bebas memilih bahan yang nyaman digunakan dan tersedia di rumah.

Misalkan kombinasi antara kulit lemon, pala, daun mint, dan kayu putih. Atau, bisa juga dengan kopi bubuk, vanila, kembang mawar, dan merica.

Caranya cukup praktis. Penderita bisa mencium aroma langsung dari butiran merica yang ditumbuk kasar, merobek kulit jeruk lemon, atau menuangkan sedikit minyak ke mangkuk kecil.

Cara mengobati anosmia dengan latihan mencium bau ini perlu dilakukan setidaknya dua kali sehari, masing-masing 30 detik di setiap sesi bau yang berbeda, selama minimal empat bulan.

Menurut ahli, latihan ini apabila dikerjakan semakin lama, hasilnya terbukti lebih baik.

https://health.kompas.com/read/2021/03/05/080100968/cara-mengobati-anosmia-dengan-latihan-mencium-bau

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke