Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

7 Gejala Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

Dilansir dari Cleveland Clinic, tulang manusia terbuat dari jaringan hidup yang bisa terus-menerus tumbuh.

Bagian dalam tulang sehat normalnya terlihat seperti spons bernama tulang trabekuler. Tulang spons ini bagian luarnya dibungkus cangkang padat bernama tulang kortikal.

Penyakit osteoporosis membuat pori-pori di tulang spons tersebut menjadi lebih besar dan lebih banyak. Sehingga, tulang jadi tidak padat dan rapuh.

Fungsi tulang utamanya untuk menopang tubuh, melindungi organ vital, dan menyimpan kalsium serta mineral penting lainnya.

Sampai sekitar usia 30 tahun, proses regenerasi tulang berlangsung seimbang.

Setelah usia 35 tahun, secara alami tulang yang luruh lebih cepat daripada tulang yang tumbuh. Tak pelak, seiring bertambahnya usia massa tulang menyusut secara bertahap.

Tak hanya faktor usia, wanita yang sudah menopause juga lebih rentan terkena osteoporosis ketimbang pria. Penyebabnya karena hormon estrogennya mengalami penurunan signifikan.

Selain usia dan jenis kelamin, faktor risiko yang bisa jadi penyebab osteoporosis di antaranya:

  • Minum tablet steroid dosis tinggi lebih dari tiga bulan
  • Punya keluarga yang menderita osteoporosis
  • Terapi antiestrogen untuk pengobatan kanker payudara
  • Orang yang mengalami gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia
  • Orang yang terlalu kurus atau gemuk
  • Kebiasaan malas bergerak dan jarang olahraga
  • Minum alkohol berlebihan dan merokok

Osteoporosis kerap muncul tanpa tanda di awal penyakit. Penyakit ini baru terasa ketika pengeroposan tulang sudah parah serta kondisi tulang sudah lemah dan mudah parah.

Sebelum terlambat dan penyakit ini menyebabkan nyeri hebat, waspadai beberapa gejala osteoporosis berikut:

1. Pipi kempot

Melansir Healthline, tanda osteoporosis di mulut bisa dikenali dengan kondisi pipi kempot lantaran gusi menyusut.

Gusi bisa menyusut jika tulang rahang keropos. Segera konsultasikan ke dokter gigi jika ada gelagat pengeroposan tulang rahang.

2. Kekuatan genggaman melemah

Ciri-ciri osteoporosis juga bisa diketahui lewat kekuatan genggaman yang melemah.

Dalam sebuah studi tentang wanita pascamenopause dan kepadatan mineral tulang secara keseluruhan, ahli mendapati kekuatan genggaman terkait dengan kepadatan mineral tulang. Semakin lemah genggaman tangan, kepadatan mineral tulang cenderung semakin rendah.

Selain itu, melemahnya kekuatan genggaman juga bisa meningkatkan risiko patah tulang pada penderita osteoporosis karena tubuh jadi lebih rentan jatuh.

3. Kuku mudah patah dan rapuh

Gejala osteoporosis di tahap awal lainnya yakni kuku mudah patah dan gampang rapuh.

Kondisi kuku yang melemah ini menandakan ada masalah dengan kesehatan tulang.

Tapi, perhatikan penyebab kuku mudah patah dan rapuh ini juga bisa berasal dari cedera misalkan saat berkebun atau berenang terlalu lama.

4. Tinggi badan menyusut

Apabila kondisi osteoporosis sudah mulai parah, tinggi badan penderita bisa turut menyusut dan tubuh jadi lebih pendek.

Hal itu disebabkan pengeroposan tulang mulai menekan bagian tulang belakang.

5. Sakit punggung atau leher

Selain membuat tinggi badan menyusut, tekanan pada bagian tulang belakang akibat osteoporosis juga dapat menjepit saraf setempat.

Saraf terjepit di sumsum tulang belakang bisa menyebabkan sakit punggung sampai ke leher.

Selain memicu nyeri, terkadang rasa sakit tersebut membuat bagian tubuh terdampak jadi melemah.

6. Badan jadi membungkuk

Tak hanya membuat tinggi badan menyusut dan memicu nyeri, tekanan pada tulang belakang tak jarang membuat badan jadi membungkuk.

Tekanan pada tulang belakang ini menyebabkan tulang punggung bagian atas melengkung. Punggung yang bungkuk dikenal sebagai kyphosis.

Kifosis dapat menyebabkan nyeri sampai memengaruhi pernapasan, karena tekanan ekstra pada saluran napas dan terbatasnya ekspansi paru-paru Anda.

7. Tulang gampang retak atau patah

Gejala osteoporosis yang sudah parah lainnya yakni tulang jadi mudah retak atau patah karena hal sepele.

Penderita osteoporosis bisa mengalami retak atau patah tulang gara-gara jatuh setelah tersandung.

Beberapa patah tulang osteoporosis yang parah bahkan dapat dipicu bersin atau batuk yang kuat.

Di banyak kasus, gejala osteoporosis terutama di tahap awal banyak tidak disadari penderitanya.

Untuk memantau kesehatan tulang, tak ada salahnya Anda melakukan pemeriksaan ke dokter. Terlebih jika Anda memiliki riwayat keluarga pengidap osteoporosis.

https://health.kompas.com/read/2021/03/24/080100768/7-gejala-osteoporosis-yang-perlu-diwaspadai

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+