Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

7 Perubahan Gaya Hidup yang Harus Dilakukan Setelah Serangan Jantung

KOMPAS.com - Serangan jantung adalah keadaan darurat medis.

Gangguan kesehatan ini terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup darah.

Padahal darah diperlukan untuk membawa oksigen dan nutrisi ke otot jantung.

Jika tidak ada cukup darah yang mengalir ke otot jantung, bagian yang terkena bisa rusak atau mati. Kondisi ini berbahaya dan mematikan.

Meski serangan jantung bisa mematikan, beberapa orang dapat selamat dari kejadian ini.

Jika Anda termasuk orang yang pernah mengalami serangan jantung, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan risiko mengalami serangan jantung lagi di kemudian hari dan membantu Anda merasa lebih baik secara keseluruhan.

Ingatlah bahwa saat mengadopsi gaya hidup sehat setelah mengalami serangan jantung, Anda perlu menetapkan tujuan yang "SMART".

"SMART" merupakan singkatan dari:

  • Specific (spesifik atau khusus)
  • Measurable (terukur)
  • Attainable (dapat tercapai)
  • Realistic (realistis atau sesuai)
  • Time-oriented (batas waktu)

Berikut ini adalah beberapa perubahan gaya hidup yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu menjaga kesehatan jantung:

1. Jaga pola makan sehat

Membuat rencana makan yang sehat menjadi salah satu cara terbaik untuk memerangi penyakit kardiovaskular.

Anda dapat mulai dengan melacak berapa banyak kalori yang Anda konsumsi setiap hari.

Temukan berapa banyak kalori yang Anda butuhkan untuk menurunkan berat badan atau mempertahankan berat badan sehat dan jangan sampai berubah lagi ke angka tidak sehat.

Cobalah untuk menghindari atau membatasi makanan yang memiliki sedikit nutrisi dan banyak kalori sesering mungkin.

Batasi asupan lemak jenuh, lemak trans, natrium, daging merah, makanan manis, dan minuman manis.

Selain itu, cobalah untuk mengurangi atau menghindari makan makanan olahan yang cenderung mengandung natrium dan gula, serta konsumsi alkohol dalam jumlah sedang.

Sebaliknya, bila tersedia, makanlah lebih banyak buah dan sayuran, biji-bijian, protein tanpa lemak, lemak sehat, dan minyak sehat.

2. Coba bergerak lebih banyak

Olahraga kardiovaskular bisa tampak seperti ramuan ajaib.

Jenis olahraga ini dapat memperkuat jantung Anda dan membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol Anda.

Olahraga juga bisa bertindak sebagai pereda stres dan penambah suasana hati.

American Heart Association menyarankan aktivitas fisik bisa dilakukan 150 menit per minggu agar jantung sehat.

Apakah Anda memutuskan untuk melakukan olahraga jalan kaki, berlari, berenang, mengendarai sepeda, atau bahkan melakukan beberapa jenis pekerjaan rumah tangga, Anda dapat meningkatkan kesehatan Anda.

Yang pasti, mulailah olahraga dengan cara yang paling mudah. Tentukan target per minggu sesuai dengan kesanggupan.

Dokter bisa dimintai saran terkait aktivitas fisik terbaik bagi Anda.

3. Buat koneksi antara pikiran dan tubuh

Menjaga kesehatan mental tetap baik dapat bermanfaat bagi Anda dalam banyak hal.

Jika Anda dapat memiliki pandangan positif tentang perawatan Anda setelah mengalami serangan jantung, termasuk perubahan gaya hidup, hal ini diyakini dapat membantu Anda dalam mengurangi risiko masalah jantung.

Setelah serangan jantung, Anda mungkin akan mengalami berbagai macam emosi, termasuk depresi dan kecemasan.

Emosi ini dapat membuat lebih sulit untuk menerapkan dan mempertahankan kebiasaan yang akan sangat meningkatkan kesehatan Anda.

Itulah mengapa penting juga untuk mendiskusikan masalah kesehatan mental yang mungkin Anda miliki dengan dokter.

4. Tinggalkan kebiasaan buruk

Merokok jelas berdampak negatif pada sistem kardiovaskular Anda dalam beberapa cara.

Merokok dapat merusak fungsi jantung dan pembuluh darah Anda, dan mencegah darah yang kaya oksigen masuk ke organ dan bagian tubuh lainnya.

Akibatnya, merokok merupakan faktor risiko utama penyakit jantung yang pada gilirannya bisa menyebabkan serangan jantung.

Jika Anda seorang perokok, pertimbangkan untuk berhenti secepatnya.

Jika Anda merasa kesulitan berhenti merokok karena sudah terpengaruh efek candunya, jangan ragu berbicara dengan dokter.

Jika Anda memiliki teman atau keluarga yang merokok, usahakan mereka bisa berhenti merokok atau setidaknya hindari asap rokoknya.

5. Pertahankan berat badan yang sehat

Membawa beban ekstra mengharuskan jantung Anda bekerja lebih keras, yang pada gilirannya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko Anda lebih banyak lagi untuk terkena penyakit jantung.

Menjalani olahraga secara rutin dan menjaga pola makan diyakini dapat membantu Anda mempertahankan berat badan yang sehat dan menurunkan faktor risiko Anda.

6. Pantau tekanan darah dan kadar kolesterol darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dakan menambah tekanan pada jantung dan pembuluh darah Anda.

Terlibat dalam olahraga teratur, makan makanan rendah sodium, dan mempertahankan berat badan yang sehat dapat memberikan “keajaiban”.

Dokter Anda mungkin juga akan meresepkan beta-blocker untuk Anda. Beta-blocker adalah obat yang digunakan untuk membantu mengurangi kecepatan dan kekuatan detak jantung sekaligus menurunkan tekanan darah.

Obat kolesterol seperti statin sering diresepkan untuk menurunkan kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol "jahat" yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

7. Dapatkan dukungan dari orang lain

Pemulihan kesehtaan dari serangan jantung bisa menjadi perjalanan yang sulit. Anda tidak perlu menghadapinya sendiri.

Orang-orang dalam hidup Anda dapat membantu Anda menghadapi masalah kesehatan ini.

Anda juga bisa bertemu dengan para penyintas serangan jantung lainnya dan bergabung dengan kelompok pendukung. Mereka sangat mungkin dapat memberikan dukungan dan persahabatan yang Anda butuhkan untuk menghadapi naik turunnya emosi.

https://health.kompas.com/read/2021/06/16/103100268/7-perubahan-gaya-hidup-yang-harus-dilakukan-setelah-serangan-jantung

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke