Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Harganya Selangit, Kenali Manfaat dan Risiko Sparkling Water

KOMPAS.com - Sparkling water merupakan salah satu minuman populer di dunia.

Harganya yang selangit menjadikan minuman ini dianggap sebagai minuman para eksekutif.

Sparkling water mengandung gas karbondioksida (CO2) terlarut yang membuat air bersoda.

Ada dua jenis sparkling water, yakni sparkling water alami dan buatan.

Melansir dari Medical News Today, sparkling water dapat terbentuk secara alami ketika gas vulkanik larut di mata air atau sumur air alami.

Air soda yang terbentuk secara alami ini sering mengandung mineral, seperti natrium atau kalsium.

Untuk air karbonat artifisial, CO2 bertekanan disuntikkan ke dalam air sehingga membentuk gelembung.

Air berkarbonasi artifisial mungkin secara alami mengandung mineral atau mungkin memiliki mineral yang ditambahkan ke dalamnya.

Ada beberapa perdebatan mengenai implikasi kesehatan dari sparkling water.

Potensi manfaat sparkling water

Melansir dari WebMD, ada beberapa pontensi manfaat dari sparkling water bagi kesehatan.

Berikut penjelasan lengkapnya.

Manajemen Berat Badan

Tetap terhidrasi adalah kunci untuk menurunkan berat badan.

Jika seseorang merasa lapar, bisa jadi ia mengalami dehidrasi karena tubuh tidak dapat membedakan antara lapar dan kurang cairan.

Dengan demikian, minum cukup air dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama dan mengonsumsi lebih sedikit kalori sepanjang hari.

Meningkatkan Pencernaan

Penelitian menunjukkan bahwa air soda dapat meningkatkan kerja pencernaan.

Satu studi dengan 21 peserta menemukan bahwa minum air soda dapat meredakan gangguan pencernaan dan sembelit.

Potensi risiko sparkling water

Di samping potensi manfaat, sparkling water juga memiliki potensi risiko bagi kesehatan.

Namun, kebanyakan risiko muncul ketika sparkling water ditambahkan gula atau pemanis di dalamnya. 

Risiko ketika mengonsumsi sparkling water dengan pemanis adalah sebagai berikut.

  • kelebihan berat
  • diabetes tipe 2penyakit jantungpenyakit ginjalpenyakit hati berlemak nonalkoholgigi berlubangencok

Oleh karena itu, pilihlah sparkling water yang tidak menggunakan pemanis tambahan.

Selain itu, risiko lain yang mengintai adalah perut kembung.

Karbonasi dalam sparkling water menyebabkan beberapa orang mengalami perut kembung.

Jika mengalami kembung setelah minum sparkling water, pilihan terbaik adalah beralih ke air putih biasa.

https://health.kompas.com/read/2021/08/24/150200268/harganya-selangit-kenali-manfaat-dan-risiko-sparkling-water

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+