Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Kondisi ini biasanya dialami pasangan yang baru merencanakan kehamilan anak pertama atau belum punya pengalaman sebelumnya.

Simak panduan berikut untuk meningkatkan peluang agar pasangan bisa hamil dengan kondisi sehat.

Cara program hamil

Kesehatan calon ibu hamil perlu diperhatikan saat mempersiapkan kehamilan, setidaknya enam bulan sebelumnya.

Dengan kondisi yang sehat, besar kemungkinan pasangan bisa mendapatkan bayi yang sehat.

Berikut apa saja yang harus dilakukan untuk program hamil agar pasangan sukses mendapatkan momongan:

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan sebelum hamil

Melansir Pregnancy Birth and Baby, program hamil perlu dimulai dengan perencanaan matang. Jika Anda berpikir untuk hamil, segera diskusikan dengan dokter spesialis kandungan.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi masalah kesuburan atau yang gangguan kesehatan yang berisiko mengganggu kehamilan.

Saat berkonsultasi, pastikan pasangan menyampaikan detail kondisi medis, seperti riwayat infeksi menular seksual, diabetes, penyakit tiroid, tekanan darah tinggi, penyakit kronis, riwayat penyakit keturunan, dan obat yang dikonsumsi.

Sebelum hamil, dokter biasanya menyarankan calon ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan serviks, skrining infeksi menular seksual, pemeriksaan gigi, skrining genetik seperti thalasemia, dan mempertimbangkan beberapa vaksinasi.

  • Minum suplemen asam folat

Melansir CDC, para calon ibu hamil disarankan minum suplemen asam folat sebanyak 400 mikrogram setiap hari sebelum hamil sampai usia kehamilan 12 minggu.

Manfaat asam folat sangat penting untuk mencegah bayi lahir dengan cacat otak dan tulang belakang.

  • Jaga pola makan sehat

Pasangan yang sedang program hamil perlu memperhatikan pola makan. Jalankan pola makan sehat dengan komposisi gizi seimbang.

Jangan lupa makan buah dan sayur, minimalkan lemak jahat, hindari gorengan, dan makanan berpengawet di setiap sesi makan.

Dengan pola makan sehat, Anda bisa hamil dengan kondisi tubuh yang sehat dan berat badan terkontrol.

  • Jangan minum minuman beralkohol

Tidak ada batas toleransi aman jumlah alkohol yang aman dikonsumsi para ibu hamil.

Untuk itu, wanita yang akan program hamil disarankan tidak minum minuman beralkohol.

Alkohol dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang janin di dalam kandungan.

  • Setop merokok

Selain tidak minum minuman beralkohol, wanita yang akan menjalankan program hamil juga wajib setop merokok.

Paparan asap rokok pada ibu hamil dapat memicu komplikasi kehamilan, seperti keguguran sampai kehamilan etopik.

Tak hanya berdampak pada ibu hamil, paparan asap rokok juga bisa menyebabkan bayi cacat lahir dan memicu kematian bayi.

  • Hindari zat beracun dan kimia berbahaya

Selama program hamil, pasangan sebaiknya menghindari bahan kimia sintetis, pupuk, semprotan serangga, sampai kotoran binatang atau hewan peliharaan.

Zat tersebut dapat merusak sistem reproduksi pria dan wanita, serta membuat pasangan susah hamil.

  • Rajin olahraga

Selain menjaga pola makan sehat, pasangan yang program hamil juga perlu rajin olahraga dan aktif bergerak.

Kebiasaan malas bergerak dan enggan berolahraga bisa menyebabkan kelebihan berat badan, obesitas, serta penyakit kronis yang dapat memengaruhi kehamilan.

  • Jaga kesehatan mental

Selain kesehatan fisik, menjaga kesehatan mental juga termasuk dalam salah satu cara program hamil berhasil.

Wajar apabila pasangan sesekali merasa khawatir, cemas, sedih, atau stres dalam mempersiapkan kehamilan.

Namun, Anda perlu berkonsultasi ke ahli kesehatan mental apabila pikiran negatif tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari.

Program hamil perlu waktu berapa lama?

Melansir NHS, waktu yang dibutuhkan pasangan agar program hamil sukses bervariasi.

Ada beberapa faktor penentu keberhasilan pasangan menimang momongan, antara lain usia, kondisi kesehatan secara umum, kesehatan reproduksi, seberapa sering berhubungan seks.

Kebanyakan pasangan akan hamil dalam waktu satu tahun setelah mereka berhubungan seks rutin (dua sampai tiga kali sebulan) tanpa kontrasepsi.

Namun, ada juga pasangan yang butuh waktu lama agar bisa hamil. Hal itu dipengaruhi masalah kesuburan.

Penyebab masalah kesuburan bisa berasal dari gangguan hormonal misalkan penyakit PCOS atau tiroid, gangguan fisik seperti obesitas, atau gangguan sistem reproduksi pada pria maupun wanita.

Jika pasangan sudah mengupayakan untuk mendapatkan momongan selama lebih dari dua tahun dan belum berhasil, saatnya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan arahan cara program hamil yang tepat.

https://health.kompas.com/read/2021/09/24/200100568/8-cara-program-hamil-agar-pasangan-sukses-mendapatkan-momongan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+