Salin Artikel

13 Penyebab Dada Terasa Berat yang Perlu Diwaspadai

KOMPAS.com – Penyebab dada terasa berat bisa beraneka ragam yang berasal dari kondisi kesehatan mental maupun fisik.

Banyak orang mungkin sering mengasosiasikan perasaan berat di dada dengan masalah jantung.

Tetapi faktanya, ketidaknyamanan ini juga bisa menjadi tanda kecemasan atau depresi.

Dada terasa berat adalah kondisi yang bisa digambarkan sebagai nyeri dada atau ketidaknyamanan di dada.

Sensasi lain yang mungkin bisa dialami seseorang dengan nyeri dada termasuk:

  • Terasa sesak
  • Tertindih sesuatu
  • Seperti terbakar
  • Seperti tertusuk

Untuk lebih jelasanya, berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab dada terasa berat yang bisa terjadi:

1. Kecemasan

Gangguan kecemasaan (anxiety) adalah kondisi kesehatan mental yang menyebabkan seseorang merasa khawatir, gelisah, dan tegang.

Kondisi ini juga dapat menyebabkan banyak gejala fisik.

Melandir Medical News Today, mengalami kecemasan dapat menjadi penyebab dada terasa berat dan sesak.

Gejala fisik kecemasan lainnya meliputi:

  • Ketegangan otot
  • Berkeringat
  • Gemetar
  • Fetak jantung yang cepat
  • Pernapasan cepat
  • Pusing
  • Mual

Serangan panik (panic attack) bisa menimbulkan gejala ini muncul sekaligus. 

Jika belum pernah mengalami serangan panik sebelumnya, seseorang bisa jadi salah mengira tengah mengalami gejala serangan jantung.

Mengalami serangan panik dapat membuat seseorang merasa berada dalam bahaya fisik.

Tetapi sebenarnya, serangan ini tidak berbahaya secara fisik.

Gejala biasanya berlalu setelah 10-20 menit.

Apabila sering mengalami serangan panik, seseorang mungkin memiliki jenis gangguan kecemasan yang disebut gangguan panik (panic disorder).

2. Depresi

Depresi adalah penyebab psikologis lain dari dada terasa berat.

SeSeseorang dengan depresi mungkin mengalami gejala fisik karena depresi memengaruhi bagaimana orang merasakan sakit.

Salah satu teorinya adalah depresi dapat memengaruhi neurotransmiter yang mengatur rasa sakit dan suasana hati.

Orang dengan depresi juga dapat mengeluhkan dada terasa berat karena peningkatan stres yang dirasakan.

Rasa sakit dan nyeri yang tidak dapat dijelaskan disertai dengan perasaan rendah diri, putus asa, bersalah, atau tidak berharga mungkin merupakan tanda depresi.

3. Ketegangan otot

Nyeri dada dapat terjadi akibat ketegangan otot interkostal.

Ketagangan otot interkostal dapat terjadi ketika seseorang meregangkan dan menarik otot yang menahan tulang rusuk pada tempatnya.

Mengencangkan otot-otot interkostal dapat memberi tekanan pada tulang rusuk dan menjadi penyebab dada terasa berat. 

4. GERD

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah gangguan pencernaan yang dapat menyebabkan nyeri dada yang salah satunya bisa digambarkan dengan keluhan dada terasa berat.

GERD terjadi ketika asam lambung naik kembali ke tenggorokan seseorang secara kronis.

Selain nyeri dada, GERD juga dapat menyebabkan:

5. Perikarditis

Perikarditis adalah masalah jantung yang dapat menyebabkan nyeri dada yang salah satunya bisa digambarkan dengan keuluhan dada terasa berat.

Perikardium adalah nama lapisan jaringan yang mengelilingi jantung.

Perikarditis terjadi ketika perikardium terinfeksi dan membengkak.

Saat bengkak, perikardium dapat bergesekan dengan jantung, menyebabkan nyeri dada.

Rasa sakit biasanya menjadi lebih baik ketika seseorang duduk tegak dan lebih buruk ketika mereka berbaring.

6. Angina

Angina dapat menjadi penyebab dada terasa berat atau tertekan.

Angina terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup darah.

Perlu diperhatikan bahwa angina adalah gejala penyakit arteri koroner.

Selain nyeri dada, angina dapat menyebabkan nyeri pada:

7. Serangan jantung

Penyebab dada terasa berat lainnya yang perlu diwaspadai adalah serangan jantung.

Rasa tidak nyaman di dada merupakan salah satu gejala serangan jantung.

Selain berat, selama serangan jantung terjadi, dada seseorang mungkin akan terasa:

  • Tertekan
  • Seperti diperas
  • Sesak atau penuh
  • Menyakitkan

Gejala serangan jantung lainnya termasuk:

Serangan jantung adalah keadaan darurat medis, jadi siapa pun yang mencurigainya harus segera mencari perawatan medis jika mencurigai mengalaminya.

8. Pneumonia

Melansir Health Line, pneumonia dapat menyebabkan nyeri dada yang memburuk ketika seseorang batuk atau bernapas dalam-dalam.

Dada terasa berat adalah salah satu keluhan spesifik yang bisa menjadi gejala pneumonia.

Pneumonia adalah komplikasi dari flu dan infeksi pernapasan lainnya.

Gejala lain dari pneumonia termasuk:

9. Paru-paru kolaps

Paru-paru yang kolaps sebagian atau seluruhnya dapat menjadi penyebab dada seseorang terasa berat dan nyeri.

Paru-paru yang kolaps atau dikenal juga sebagai pneumotoraks terjadi ketika udara terkumpul di ruang antara paru-paru dan dinding dada.

Pneumotoraks dapat terjadi dengan sendirinya atau sebagai komplikasi penyakit paru.

Selain nyeri dada, seseorang dengan paru-paru yang kolaps mungkin mengalami sesak napas.

10. Emboli paru

Perasaan berat atau nyeri di dada mungkin merupakan tanda emboli paru. Ini terjadi ketika penyumbatan terjadi di arteri pulmonalis atau arteri di paru-paru.

Penyumbatan biasanya berupa gumpalan darah, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi dapat terdiri dari zat lain, seperti lemak.

Penyumbatan tersebut akan menimbulkan gejala lain, seperti:

  • Pusing
  • Kesulitan bernapas yang parah
  • Detak jantung yang cepat
  • Melempar

Emboli paru adalah keadaan darurat medis dan dapat mengancam jiwa tanpa pengobatan.

11. Kostokondritis

Kostokondritis atau costochondritis adalah peradangan di tulang rawan yang menghubungkan tulang dada dengan tulang rusuk

Kondisi ini dapat juga menjadi penyebab dada terasa berat. 

Ketidaknyamanan yang terjadi mungkin bisa terasa lebih buruk ketika seseorang menyentuh area tersebut.

Kostokondritis juga dikenal sebagai nyeri dinding dada.

12. Batu empedu

Penumpukan kolesterol atau bilirubin dapat membentuk massa, yang dikenal sebagai batu empedu di kantong empedu.

Batu empedu tidak selalu menimbulkan gejala.

Tetapi, jika batu empedu menyumbat saluran empedu seseorang, material ini dapat menyebabkan nyeri dada.

Dokter menyebut ini sebagai serangan kandung empedu.

Seseorang biasanya merasakan sakit serangan kandung empedu di perut kanan atas.

Rasa sakitnya sering tajam dan tiba-tiba, tetapi bisa terasa seperti kram yang tumpul dan berat.

13. Diseksi aorta

Nyeri dada yang tiba-tiba dapat terjadi akibat diseksi aorta.

Aorta adalah arteri utama yang berasal dari jantung. Diseksi aorta terjadi ketika dinding aorta robek.

Ini adalah keadaan darurat medis dan membutuhkan perawatan segera.

Oleh sebab itu, siapa saja yang merasakan dada terasa berat sangat dianjurkan untuk dapat menemui dokter.

Dokter dapat membantu mencari tahu penyebab dada terasa berat secara pasti dan menyarankan pengobatan terbaik.

https://health.kompas.com/read/2021/10/09/170400068/13-penyebab-dada-terasa-berat-yang-perlu-diwaspadai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.