Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kenali Apa itu Sepsis, Gejala, dan Penyebabnya

Kondisi ini bisa berdampak fatal karena menyebabkan kerusakan jaringan dan kegagalan organ.

Deteksi dini dan pengobatan tepat sangat penting untuk menyelamatkan hidup dan mencegah cacat imbas komplikasi serius sepsis.

Untuk meningkatkan kewaspadaan pada masalah kesehatan ini, kenali apa itu sepsis, gejala, dan penyebabnya.

Apa itu sepsis?

Melansir Sepsis Alliance, sepsis adalah respons tubuh yang terlalu aktif tak terkendali saat menghadapi suatu infeksi.

Seperti serangan jantung dan stroke, sepsis adalah kondisi darurat medis yang membutuhkan diagnosis dan perawatan medis tepat.

Perlu diketahui, sistem kekebalan tubuh secara otomatis akan aktif bekerja begitu menghadapi serangan bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Tujuannya, untuk mencegah infeksi. Jika kadung terjadi infeksi, sistem daya tahan tubuh alami bakal membantu melawan kuman, bersama dengan obat-obatan.

Namun, terkadang ada beberapa kasus saat sistem daya tahan tubuh berhenti melawan biang penyakit, dan aktif di luar kendali. Kondisi inilah yang memicu sepsis.

Gejala sepsis

Melansir laman resmi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC), penderita sepsis biasanya merasakan beberapa gejala, seperti

  • Detak jantung cepat
  • Tekanan darah rendah atau di bawah normal
  • Kebingungan atau disorientasi
  • Tubuh terasa sangat sakit atau tidak enak badan
  • Demam, menggigil, atau kedinginan
  • Napas pendek-pendek dan cepat atau sesak napas
  • Badan berkeringat

Beberapa gejala sepsis mirip dengan tanda infeksi secara umum. Untuk mengantisipasinya, jangan sepelekan segala jenis infeksi. 

Penyebab sepsis

Melansir Mayo Clinic, penyebab sepsis dapat berasal dari semua jenis infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit.

Bebepara infeksi yang kerap jadi penyebab sepsis, antara lain:

  • Pneumonia 
  • Infeksi ginjal, kandung kemih
  • Gangguan pencernaan karena infeksi
  • Infeksi bakteri yang menyerang darah
  • Infeksi dari luka atau luka bakar
  • Covid-19

Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko atau membuat seseorang lebih rawan ketika terkena sepsis.

Di antaranya usia yang lebih tua, bayi, sistem daya tahan tubuh terganggu, diabetes, penyakit ginjal dan liver kronis, dirawat intensif lama di rumah sakit, atau menggunakan kateter atau alat bantu pernapasan dalam waktu lama.

Sepsis yang tidak mendapatkan penanganan medis tepat bisa merusak organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal.

Untuk itu, penting bagi setiap orang untuk mengenali apa itu sepsis, gejala, penyebab, sampai bahayanya.

https://health.kompas.com/read/2021/10/09/190100268/kenali-apa-itu-sepsis-gejala-dan-penyebabnya

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke