Salin Artikel

7 Penyebab Sering Kentut, Efek Makanan sampai Gangguan Pencernaan

Melansir Medical News Today, kentut adalah tanda aktivitas di dalam sistem pencernaan.

Ketika asupan yang masuk ke tubuh dicerna, bakteri baik di usus secara alami akan menghasilkan gas ketika memecah makanan.

Tubuh akan mengeluarkan gas tersebut salah satunya lewat kentut. Normalnya, setiap orang akan kentut sebanyak lima sampai 15 kali setiap hari.

Seseorang dikatakan sering kentut atau buang gas berlebihan apabila frekuensinya lebih dari 20 kali per hari.

Simak penjelasan penyebab sering kentut sampai kapan perlu waspada dengan masalah kesehatan ini.

Penyebab sering kentut

Terdapat beberapa penyebab kenapa orang jadi lebih sering kentut ketimbang biasanya, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan yang sulit dicerna

Dilansir dari Healthline, makanan tinggi serat dan gula cenderung lebih susah dicerna ketimbang jenis makanan lain.

Beberapa makanan tersebut di antaranya kacang-kacangan, kubis, brokoli, kembang kol, bok choy, atau kol ungu.

Selain itu, makanan tinggi gula seperti aneka minuman manis dalam kemasan, soda, dan hidangan penutup umumnya juga relatif susah dicerna.

  • Sembelit

Melansir NHS, sembelit atau susah buang air besar (BAB) juga bisa menyebabkan penderita sering kentut.

Selain kesulitan BAB, sembelit biasanya disertai sakit perut dan perut rasanya tidak nyaman.

  • Sindrom iritasi usus besar

Sindrom iritasi usus besar adalah gangguan pencernaan yang memiliki gejala sering kentut, sakit perut, dan sering sembelit atau diare.

Penderita sindrom iritasi usus besar penyakitnya biasa kambuh ketika sedang banyak tekanan atau stres, serta salah makan.

  • Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah gangguan pencernaan yang muncul setelah penderitanya mengonsumsi gluten.

Gejala penyakit celiac di antaranya sering kentut, diare, sembelit, atau sakit perut setelah makan segala sesuatu yang mengandung gluten.

  • Intoleransi laktosa

Sering kentut juga bisa jadi tanda kondisi intoleransi laktosa. Masalah kesehatan ini muncul karena gangguan penyerapan laktosa, seperti dari susu, keju, atau produk susu lainnya.

Selain sering kentut, gejala intoleransi laktosa biasanya yakni sering diare, kembung, dan sakit perut setelah mengonsumsi asupan mengandung laktosa.

  • Efek samping obat tertentu

Beberapa obat seperti obat antiinflamasi nonsteroid, obat pencahar, obat antijamur, dan statin terkadang menyebabkan efek samping sering kentut.

Meskipun efek samping obat tersebut bikin tidak nyaman, Anda sebaiknya tidak sembarangan menghentikan atau mengganti obat tanpa petunjuk dari dokter.

  • Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan bisa mengganggu dan menekan sistem pencernaan, sehingga penderita jadi sering kentut.

Beberapa penyakit yang memicu gejala sering kentut di antaranya radang pankreas, penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), gastroparesis, penyakit radang usus, atau tukak lambung.

Kapan perlu waspada dengan sering kentut?

Jika Anda mengalami masalah kesehatan ini, hindari mendiagnosis mandiri penyebab sering kentut tanpa petunjuk dokter.

Memang, kebanyakan alasan kenapa sering kentut berasal dari masalah kesehatan yang mudah disembuhkan.

Perubahan pola makan dan gaya hidup sehat dapat membantu mengatasi sering kentut. Namun, Anda perlu berkonsultasi ke dokter apabila sering kentut disertai dengan gejala:

  • Kerap sakit perut
  • Perut kembung tak kunjung sembuh
  • Diare atau sembelit berulang
  • Berat badan turun drastis padahal tidak sedang diet
  • Ada darah dalam kotoran buang air besar
  • Muncul tanda infeksi seperti demam, muntah, badan menggigil, nyeri sendi dan otot

Sering kentut disertai beberapa kondisi di atas bisa jadi tanda gangguan pencernaan yang butuh penanganan medis tepat.

https://health.kompas.com/read/2021/12/07/190100868/7-penyebab-sering-kentut-efek-makanan-sampai-gangguan-pencernaan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.