Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

10 Manfaat ASI Eksklusif bagi Kesehatan Bayi dan Ibu Menyusui

Tapi, ibu menyusui juga bisa memetik faedah dari pemberian nutrisi penting ini untuk buah hatinya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan untuk bayi sejak lahir sampai enam bulan.

Pemberian ASI eksklusif tanpa tambahan makanan atau minuman lain, termasuk air putih. Orangtua bisa memberikan asupan ini secara langsung lewat disusui ibu atau dengan ASI perah.

Selepas lulus ASI eksklusif selama enam bulan, orangtua baru dianjurkan untuk memberikan bayi makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai usianya, sembari terus disusui sampai dua tahun.

Simak manfaat ASI eksklusif untuk kesehatan bayi dan ibu menyusui yang sayang untuk dilewatkan.

Manfaat ASI eksklusif bagi bayi

Dilansir dari Healthline, ada beberapa manfaat pemberian ASI eksklusif bagi bayi, di antaranya:

  • Nutrisi paling ideal untuk bayi

ASI mengandung semua nutrisi penting dan porsinya tepat sesuai kebutuhan bayi selama enam bulan pertama kehidupannya. Komposisi ASI ibu menyusui secara alami bakal berubah-ubah, sesuai kebutuhan bayi.

Pada hari-hari awal selepas persalinan, ibu menyusui bakal mengeluarkan ASI berupa cairan kental berwarna kekuningan yang disebut kolostrum.

Zat yang tinggi protein dan mengandung banyak banyak nutrisi penting ini dapat membantu perkembangan saluran pencernaan bayi yang belum sempurna. Manfaat kolostrum ini tidak tergantikan oleh susu formula.

Selang beberapa hari, ibu menyusui biasanya menghasilkan ASI dalam jumlah yang lebih banyak, seiring dengan pertumbuhan perut bayi.

  • Melindungi bayi dari infeksi virus dan bakteri

ASI mengandung antibodi yang penting bagi bayi yang daya tahan tubuhnya masih lemah untuk melawan infeksi virus dan bakteri. Kandungan antibodi ASI paling banyak terdapat dalam kolostrum.

Ketika ibu menyusui terpapar virus atau bakteri, ibu menyusui bakal menghasilkan antibodi yang masuk ke dalam ASI.

Ketika ASI ini diminum bayi, antibodi akan membentuk zat perlindungan di hidung, tenggorokan, sampai sistem pencernaan bayi. Manfaat ASI bagi bayi ini tidak bakal didapatkan dari susu formula.

  • Mencegah berbagai penyakit berbahaya pada bayi

Bayi yang diberikan ASI eksklusif minimal selama enam bulan juga memiliki risiko lebih rendah untuk terkena penyakit infeksi telinga, pilek, tenggorokan, dan sinus.

Selain itu, pemberian ASI eksklusif juga bermanfaat untuk melindungi bayi dari penyakit pernapasan akut, gangguan pencernaan, infeksi usus, sindrom kematian bayi mendadak, alergi, diabetes, sampai leukemia.

  • Menambah berat badan bayi secara proporsional

Bayi yang diberikan ASI eksklusif biasanya memiliki berat badan ideal dengan penambahan berat badan yang proporsional.

Hal ini dipengaruhi perkembangan bakteri baik di usus ketika bayi diberi ASI eksklusif. Bakteri baik ini turut mengatur cadangan lemak di tubuh.

Bayi yang diberi ASI eksklusif juga memiliki lebih banyak hormon pengontrol nafsu makan dan penyimpanan lemak, dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.

Selain itu, bayi yang disusui ASI eksklusif cenderung terlatih sejak dini untuk mengatur nafsu makannya, sehingga memiliki pola makan yang sehat.

  • Meningkatkan kecerdasan anak

Beberapa penelitian menyebutkan, bayi yang disusui ASI eksklusif terbukti memiliki skor kecerdasan lebih tinggi, serta kecil kemungkinan terkena gangguan perilaku dan kesulitan belajar di kemudian hari.

Perbedaan bayi yang disusui ASI dan susu formula ini pada kecerdasan anak kemungkinan terkait faktor keintiman, sentuhan, kontak mata dari ibu menyusui, sampai kandungan nutrisi ASI.

Manfaat ASI eksklusif bagi ibu menyusui

Selain sederet manfaat ASI eksklusif bagi bayi, pemberian asupan ini juga berguna untuk ibu menyusui, di antaranya:

  • Bantu menurunkan berat badan setelah melahirkan

Selepas hamil dan melahirkan, banyak ibu yang merasakan susahnya menurunkan berat badan.

Namun, jangan khawatir. Menyusui bisa membantu ibu menurunkan berat badan dengan membakar lebih banyak kalori.

Ibu menyusui bisa merasakan manfaatnya setidaknya setelah tiga bulan memberikan ASI eksklusif pada bayi.

  • Mengembalikan ukuran rahim ibu yang baru melahirkan

Saat hamil, rahim ibu bakal tumbuh membesar dari yang semula hanya seukuran buah pir.

Setelah melahirkan, hormon oksitosin bakal mengembalikan ukuran rahim ini secara bertahap ke ukuran sebelumnya.

Tubuh ibu mengeluarkan banyak hormon oksitosin selama persalinan. Tujuannya, untuk memperlancar persalinan dan mengurangi risiko pendarahan.

Nah, proses menyusui bisa membantu meningkatkan kembali kadar hormon oksitosin. Dengan begitu, rahim bisa lebih cepat kembali ke ukuran asalnya.

  • Mengurangi risiko depresi pasca-persalinan

Ibu yang menyusui bayinya dengan ASI eksklusif memiliki risiko terkena depresi pasca-persalinan yang lebih rendah ketimbang ibu yang menyapih lebih awal atau tidak menyusui.

Perlu diketahui, depresi pasca-persalinan adalah gangguan kesehatan mental yang berkembang setelah ibu melahirkan.

Terkadang, ibu memiliki depresi pasca-persalinan dan membuatnya susah memberikan ASI eksklusif bagi bayinya. Jika ibu menyusui mendapati masalah kesehatan mental ini, segera konsultasikan ke dokter.

  • Mencegah beberapa jenis kanker dan penyakit berbahaya

Pemberian ASI eksklusif juga bisa memberikan manfaat bagi ibu yakni menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium.

Selain itu, ibu yang memberikan ASI eksklusif juga memiliki risiko lebih rendah terkena tekanan darah tinggi, radang sendi, kolesterol tinggi, penyakit jantungg, dan diabetes tipe dua.

  • KB alami

Manfaat pemberian ASI eksklusif bagi ibu lainnya yakni bisa digunakan sebagai KB alami.

Ketika menyusui, proses ovulasi dan menstruasi juga berhenti. Dengan begitu, ibu bisa mengatur jarak kehamilan yang aman dan sehat.

Setelah menyimak beragam manfaat ASI eksklusif bagi kesehatan bayi dan ibu di atas, jangan ragu-ragu untuk mengupayakan pemberian asupan sehat ini untuk buah hati.

https://health.kompas.com/read/2022/07/12/140100468/10-manfaat-asi-eksklusif-bagi-kesehatan-bayi-dan-ibu-menyusui

Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke