Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ancaman Parasit dari Monyet

Kompas.com - 26/04/2011, 03:20 WIB

Kematian dapat terjadi jika parasit menyerang otak, seperti pada malaria akibat P falcifarum. Parasit menempel dan dapat menyumbat pembuluh darah kapiler yang halus. ”Pembuluh darah kapiler berhubungan dengan organ vital, seperti otak dan ginjal,” kata dia.

Berbagai studi menunjukkan, pada infeksi P knowlesi, siklus reproduksi aseksual (pembelahan diri dalam tubuh manusia atau hewan) terjadi dalam waktu 24 jam. Lebih cepat dibandingkan siklus 48 jam pada P vivax, P ovale, dan P falciparum, sedangkan 72 jam pada P malariae. Setiap kali sel-sel membelah akan terjadi serangan demam.

Gejala pada infeksi P knowlesi disebut-sebut mirip dengan malaria berat P falciparum. Hal ini terungkap dalam studi bertajuk Clinical and Laboratory Features of Human Plasmodium knowlesi infection oleh sejumlah peneliti Malaysia dan Australia di Kapit Hospital, Sarawak, Malaysia.

Gejala yang tidak spesifik, antara lain demam dan rasa dingin. Kadang muncul kesulitan bernapas dan batuk. Selain itu, ada trombositopenia, yakni berkurangnya jumlah sel keping darah merah pada 98 persen pasien. Semula tiga pasien dalam studi itu tidak mengalami tromobositopenia dan level parasit dalam tubuh rendah. Namun, hanya dalam waktu 24 jam semua pasien mengalami trombositopenia. Ada pula yang mengalami gangguan pada hati. Pengobatan standar malaria dapat menyembuhkan penyakit itu.

Dalam artikel Plasmodium knowlesi malaria in human is widely distributed and potentially life-threatening diungkapkan, P knowlesi lebih sulit dideteksi lantaran penampakan di bawah mikroskop mirip dengan P malariae. Akibatnya, terjadi kesalahan identifikasi sebagai P malariae yang diasosiasikan dengan parasitemia rendah dan gejala klinis tidak berat. Di sisi lain, penyakit makin parah. Hal ini memicu serangkaian studi di Malaysia.

Perpindahan ke manusia

Lukman mengatakan, dulu nyamuk tidak mengisap darah manusia, hanya mengisap darah hewan. Namun, dengan membesarnya populasi manusia dan dekatnya jarak hewan dan manusia, nyamuk pun mengisap darah manusia. Penyakit dari hewan pun melompat ke manusia.

Berdasarkan hasil studi terbaru, diketahui P falciparum berasal dari gorila. Ada beberapa jenis Plasmodium yang sampai kini hanya ada di monyet dan belum ditemukan pada manusia.

Penggundulan hutan yang mengancam habitat monyet dan penambahan jumlah penduduk diduga memengaruhi berjangkitnya P knowlesi ke manusia.

Pakar malaria dan penulis buku tentang malaria yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kesehatan untuk jasanya dalam eliminasi malaria pada 25 April 2011, Paul Harijanto, mengatakan, kehadiran jenis baru malaria tak lepas dari perilaku mikroba yang berevolusi. ”Berbagai faktor, seperti perubahan iklim, ikut memengaruhi. Contoh lain, P falciparum dikenal menyebabkan malaria berat. Namun, belakangan infeksi P vivax juga bisa berat,” kata Paul yang berpraktik di Rumah Sakit Bethesda, Tomohon, Sulawesi Utara.

Dia mengatakan, menghadapi P knowlesi tak beda dengan jenis malaria lain. Sepanjang ditangani dengan tepat dan segera, malaria jenis apa pun seharusnya tidak berakhir dengan kematian penderitanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com