Ketika Caesar Jadi Pilihan

Kompas.com - 26/09/2011, 07:08 WIB
EditorLusia Kus Anna

Dulu, melahirkan dengan seksio sesarea atau bedah caesar adalah momok. Perkembangan teknologi kedokteran kini menjadikan operasi caesar sangat nyaman. Banyak calon ibu kemudian menjadikan caesar sebagai pilihan utama.

Nia (39), ibu dua putra dan satu putri yang tinggal di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, mengaku menyesal karena tiga anaknya lahir normal. Ia mengatakan kini tak lagi percaya diri dan merasa jalan lahirnya telah rusak. ”Kalau bisa mengulang, aku pasti pilih bedah caesar. Sekarang jadi tidak percaya diri banget,” ujar Nia.

Meskipun bisa melahirkan dengan cara normal, Rita (35) juga lebih menyukai caesar. Dari pengalamannya melahirkan dua kali, Rita tidak merasakan sakit nyeri hebat akibat persalinan. Dibandingkan dengan proses kelahiran normal yang bisa 5-10 jam, operasi caesar hanya memakan waktu setengah jam.

Lain pula cerita Juwita (31) yang terpaksa menjalani bedah caesar karena anak keduanya dinyatakan tidak bisa lahir dengan persalinan normal. Setelah bukaan kelima, Juwita sempat menunggu delapan jam dan berharap anaknya bisa lahir normal. ”Bayiku terlalu besar, 4,4 kilogram, akhirnya harus caesar,” katanya.

Jika Rita bisa pulih dari operasi caesar dalam tiga hari, Juwita butuh dua pekan untuk terbebas dari rasa nyeri. Juwita juga harus merogoh kocek lebih dalam karena biaya persalinan caesar tiga kali lebih mahal dibandingkan dengan biaya persalinan normal yang dijalaninya ketika melahirkan anak pertama.

Perkembangan teknologi bedah caesar memang cukup pesat dalam 20 tahun terakhir. Di Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Bunda, Jakarta, perkembangan teknologi bedah caesar dan teknologi anestesi atau pembiusan sudah setara dengan rumah sakit di luar negeri.

Teknik jahitan hingga kualitas benang dan jarum sudah sangat maju sehingga pasien nyaman. Suntikan dan obat bius bisa memblokade rasa nyeri di otak sehingga pasien tak lagi menjerit kesakitan atau berhalusinasi. Penanganan infeksi hingga teknologi menutup luka dengan plester kedap air sudah sangat baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pasien pun hanya dibius dari pinggang ke bawah sehingga bisa segera memberikan inisiasi menyusui dini pada bayi ketika dokter masih menjahit bekas sayatan bedah. Ini sangat berbeda dengan operasi caesar zaman dulu yang membutuhkan bius total dan bayi pun ikut tertidur pulas akibat bius.

Utamakan cara normal

Direktur RSIA Bunda, Jakarta, Dokter Mirta Widia Irsan mengatakan, perkembangan teknologi bedah caesar ini juga didukung keterampilan yang dikuasai dokter spesialis kebidanan dan kandungan. ”Kami tetap mengutamakan dan mengusahakan kelahiran normal bagi pasien, tapi angka caesar di RSIA Bunda cukup tinggi, 60-70 persen,” kata Mirta.

Halaman:

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibroid Rahim

Fibroid Rahim

Penyakit
4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

4 Cara Meningkatkan Hemoglobin dalam Darah

Health
Nyeri Panggul

Nyeri Panggul

Penyakit
7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

7 Cara Mengobati Prostatitis dengan Obat, Perawatan Medis, dan Alami

Health
Nyeri Dada

Nyeri Dada

Penyakit
17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

17 Penyebab Sel Darah Putih Tinggi, Bisa Tanda Infeksi sampai Kanker

Health
Hernia Hiatus

Hernia Hiatus

Penyakit
Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Mual Muntah Tanda Kehamilan, Apakah Bisa Jadi Berbahaya?

Health
Batuk Kering

Batuk Kering

Penyakit
Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Minum Air Dingin Setiap Hari, Apakah Buruk bagi Kesehatan?

Health
Katatonia

Katatonia

Penyakit
Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Tak Hanya Kanker, Ini 3 Penyebab Munculnya Benjolan di Tubuh

Health
Aneurisma Aorta Abdominalis

Aneurisma Aorta Abdominalis

Penyakit
Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Penyebab Bisul dan Faktor Risikonya

Health
Pleuritis

Pleuritis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.