Rumah Sakit Dinilai Kurang Peduli

Kompas.com - 20/10/2011, 03:34 WIB
EditorTI Produksi

JAKARTA, KOMPAS - Angka kematian ibu melahirkan masih tinggi. Faktor kemampuan tenaga kesehatan dan kepedulian rumah sakit membuat target penurunan angka kematian ibu dalam Tujuan Pembangunan Milenium sulit dicapai.

Menurut Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Supriyantoro, rumah sakit (RS) kurang peduli menurunkan angka kematian ibu saat melahirkan. ”Soal ibu dan bayi masih dianggap tugas puskesmas,” kata dia, pada Seminar Nasional XI Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia di Jakarta, Rabu (19/10).

Tahun 2011, jumlah kematian ibu melahirkan 228 per 100.000 kelahiran. Target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs), angka kematian ibu 102 per 100.000 kelahiran. Banyak pihak pesimistis target itu tercapai.

Bukti minimnya kepedulian RS, lanjut Supriyantoro, terlihat dari minimnya RS yang menerapkan program rumah sakit sayang ibu dan bayi (RSSIB). Dari 1.523 RS pada 2010, kurang dari 5 persen yang menerapkan program tersebut.

Kurangnya kepedulian RS itu juga diakui Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia yang juga Ketua Komite Akreditasi Rumah Sakit Sutoto. Untuk itu, dalam sistem akreditasi RS yang berlaku tahun 2012, keberhasilan RS mencapai target MDGs akan masuk penilaian.

Kurangi kematian

Menurut Supriyantoro, untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu, Kementerian Kesehatan (Kemkes) mendorong penerapan program Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) di RS dan Pengembangan Pelayanan Obstetri-nenonatal Emergensi dasar (PONED) di puskesmas. Dengan PONEK, layanan kebidanan di RS berlangsung 24 jam di instalasi gawat darurat (IGD).

”Keberhasilan penurunan angka kematian ibu dan bayi sangat ditentukan puskesmas yang memberi layanan kesehatan dasar dan rumah sakit sebagai pemberi layanan rujukan,” kata dia.

Direktur Jenderal Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemkes Slamet Riyadi Yuwono mengakui sulitnya mencapai target kematian ibu melahirkan tahun 2015. Meski persalinan dibantu tenaga kesehatan bertambah, angka kematian ibu tinggi.

Berdasarkan prevalensi, daerah-daerah di luar Jawa sangat tinggi. Namun, berdasarkan jumlah, kematian ibu melahirkan terbesar ada di provinsi berpenduduk besar. Upaya menekan angka kematian ibu sangat beragam, bergantung kondisi daerah.

Profesionalitas bidan juga dipertanyakan. Banyak sekolah bidan, tetapi kualitas lulusannya masih dipertanyakan. Sejumlah pengelola RS mengeluhkan banyaknya bidan yang suka merujuk proses persalinan ke RS dengan motif ekonomi. (MZW)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah PCOS Bisa Sembuh? Simak Penjelasan Berikut…

Apakah PCOS Bisa Sembuh? Simak Penjelasan Berikut…

Health
4 Mitos Keliru Tentang Cacar Monyet

4 Mitos Keliru Tentang Cacar Monyet

Health
Apakah Insulin Menghambat Autofagi?

Apakah Insulin Menghambat Autofagi?

Health
5 Gejala Intoleransi Laktosa

5 Gejala Intoleransi Laktosa

Health
4 Ciri-ciri Hamil Anak Perempuan yang Khas

4 Ciri-ciri Hamil Anak Perempuan yang Khas

Health
5 Cara Mengatasi Batuk di Malam Hari secara Alami

5 Cara Mengatasi Batuk di Malam Hari secara Alami

Health
Apakah Begadang Bisa Menurunkan Berat Badan?

Apakah Begadang Bisa Menurunkan Berat Badan?

Health
8 Mitos tentang Endometriosis, Jangan Lagi Percaya

8 Mitos tentang Endometriosis, Jangan Lagi Percaya

Health
Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit Jantung Bawaan

Penyakit
5 Cara untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami

5 Cara untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami

Health
Benarkah Makan Keju Terlalu Banyak Sebabkan Konstipasi? Ini Faktanya

Benarkah Makan Keju Terlalu Banyak Sebabkan Konstipasi? Ini Faktanya

Health
Berapa Kali Kita Bisa Terinfeksi Virus Corona?

Berapa Kali Kita Bisa Terinfeksi Virus Corona?

Health
Cara Alami Mengatasi Nyeri Punggung Tanpa Obat

Cara Alami Mengatasi Nyeri Punggung Tanpa Obat

Health
Kenali Gejala dan Penyebab Kleptomania

Kenali Gejala dan Penyebab Kleptomania

Health
Stunting Bukan Hanya karena Kurang Gizi

Stunting Bukan Hanya karena Kurang Gizi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.