Kompas.com - 28/08/2012, 07:43 WIB
EditorLusia Kus Anna

Ancaman

Kelalaian dalam memberikan vaksinasi berakibat fatal dan membuat masa depan kesehatan anak suram. Hanifah mengatakan, orang dewasa yang terkena hepatitis B pada masa dewasa lebih kecil risikonya menderita gangguan hati kronis yang berujung sirosis (pengerasan) dan kanker hati.

”Kalau ada 10 orang dewasa terkena hepatitis B, 9 orang di antaranya mengalami gangguan hati akut lalu sembuh dan satu orang tetap membawa virus kemudian berkembang menjadi penyakit hati kronis,” Hanifah memaparkan.

Sebaliknya, kata Hanifah, dari 10 bayi yang terinfeksi saat lahir, 9 di antaranya akan berkembang menjadi penyakit hati.

”Pada masa anak, tidak terlihat gejala sakit. Namun, 10-20 tahun pertama muncul gejala seperti peradangan ringan, 20-40 tahun kemudian makin berat, puncaknya 40-50 tahun kemudian dapat terjadi sirosis dan kanker hati,” ujar Hanifah.

Dapat terjadi hepatitis fulminan (gagal hati berat mendadak) pada bayi karena kematian masif sel hati. Hal itu bisa mengakibatkan kematian bayi meski angka kejadiannya kecil.

Lama dan mahal

Hanifah berpendapat, pengobatan hepatitis B pada anak belum dapat diandalkan karena belum terlalu baik hasilnya. Selain itu, tidak semua anak dapat diobati. Anak dengan respons imun buruk tidak dapat menerima baik pengobatan. Sejauh ini pengobatan yang tersedia adalah interferon dan terapi jangka panjang dengan lamivudin.

Keberhasilan pengobatan dengan interferon hanya 20-40 persen pada anak. Interferon disuntikkan seminggu 3 kali selama satu tahun. Efek sampingnya antara lain gejala flu, pegal, pusing, lemas, dan demam. Harga interferon sekitar Rp 1 juta sekali suntik.

Tingkat keberhasilan lamivudin sekitar 30 persen. Terapi dengan lamivudin bisa makan waktu 2 tahun lebih. Penggunaan lamivudin dalam jangka waktu lama dapat menurunkan fungsi hati. Saat ini telah tersedia versi generik dari lamivudin oral sehingga lebih murah.

Menurut Hanifah, pada akhirnya pencegahan dengan vaksin tetap ideal dan efektif menghadapi peperangan dengan virus hepatitis B.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.