Kompas.com - 28/11/2012, 11:05 WIB
EditorAsep Candra


Oleh  : Sri Rejeki

Banyak orang pernah menderita wasir. Jika dirasa belum terlalu mengganggu, wasir akan dibiarkan karena umumnya orang takut dioperasi. Sebenarnya, ada alternatif selain operasi untuk mengatasi wasir, yakni dengan teknik Doppler Guided Haemorrhoidal Artery Ligation dan Recto Anal Repair.

Wasir adalah anyaman pembuluh darah yang menjadi bantalan anus yang membengkak. Anyaman pembuluh darah ini sebenarnya berfungsi sebagai katup agar kotoran tidak mudah keluar dan pelindung bagian dalam anus agar tidak lecet saat buang air.

Bantalan anus akan menjadi wasir jika saat kondisinya lemah mendapat tekanan tinggi dan aliran darah dari arteri yang lebih besar ketimbang aliran darah yang kembali.

Bantalan anus bisa lemah akibat pengaruh usia. Adapun tekanan tinggi bisa disebabkan oleh gangguan kehamilan, batuk, mengejan, sulit kencing, diare, dan stres.

Pada penanganan wasir secara konservatif, pasien harus menjalani bedah untuk membuang wasir, kemudian jaringan direkatkan kembali agar menyempit. Teknik ini selain menimbulkan rasa sakit cukup hebat pascaoperasi, juga efek operasinya masih terasa hingga dua pekan sesudahnya. Pasien perlu dirawat inap untuk pemulihan.

Menurut Sugandi Hardjanto, Direktur Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, dengan teknik Doppler Guided Haemorrhoidal Artery Ligation (DGHAL), pasien tidak perlu dioperasi. Pasien juga tidak perlu dibius.

”Jika ingin lebih nyaman, pasien bisa disuntik obat tidur atau bius di kulit anus. Seusai tindakan, pasien dapat langsung pulang dan bekerja,” katanya.

Teknik dan alat DGHAL yang disebut KM-25 didesain oleh ahli bedah dari Jepang, Kazumaza Morinaga, pada 1995. Teknik ini dipandang akan membuat pasien lebih nyaman karena rasa sakit lebih ringan akibat minimalnya pembedahan.

Diikat

Sugandi menuturkan, pada teknik Recto Anal Repair (RAR), pembuluh darah besar pada anus (superior rectal artery/ SAR) diikat agar tidak bisa memasok darah bagi wasir. Selain itu, wasir juga dijahit ke jaringan di dekatnya, lalu ditarik ke dalam agar tonjolan yang keluar dari dubur bisa masuk kembali. Teknik ini ditemukan oleh ahli bernama AE Farag.

Halaman:

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.