Penting, Kenali Tanda-tanda Kanker pada Anak

Kompas.com - 15/06/2013, 11:49 WIB
Nurul Humairah, bayi penderita kanker darah yang tak mampu dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya karena tak punya biaya. KOMPAS.com/ Anton Abdul KarimNurul Humairah, bayi penderita kanker darah yang tak mampu dibawa ke rumah sakit oleh orang tuanya karena tak punya biaya.
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Tak seperti kanker pada orang dewasa yang umumnya terjadi karena gaya hidup tidak sehat, kanker pada anak belum diketahui penyebab pastinya. Hal ini menjadikan kanker pada anak tak dapat dicegah.

Dokter spesialis anak bagian onkologi Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. Edi Setiawan Tehuteru mengatakan, meski kanker pada anak tidak dapat dicegah, mewaspadai tanda-tanda kanker sejak dini dapat mengurangi risiko kanker yang ditemukan dalam stadium lanjut.

"Jika ditemukan adanya tanda-tanda maka segera diperiksakan. Bila ternyata bukan kanker maka kita patut bersyukur, namun saat itu kanker pun kita juga patut bersyukur karena ditemukan sejak dini sehingga kemungkinan sembuhnya tinggi," paparnya dalam peluncuran Aksi 1000 dan Buku "Waspadai & Kenali Kanker pada Anak Sejak Dini" di Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Aksi 1.000 merupakan aksi donasi untuk membantu anak-anak pasien kanker melalui Yayasan Anyo Indonesia (YAI). Sedangkan buku "Waspadai & Kenali Kanker pada Anak Sejak Dini" merupakan pelengkap dari program edukasi kanker pada anak yang dilakukan oleh YAI.

Kanker pada anak terjadi sebanyak dua hingga tiga persen dari total kasus kanker di Indonesia. Edi mengatakan, jumlah tersebut masih belum mencakup kasus-kasus yang belum diketahui, sehingga kemungkinan jumlahnya masih lebih banyak lagi. Diperkirakan tahun ini ada sekitar 4100 kasus baru kanker anak.

Kasus kanker anak yang paling banyak terjadi adalah kanker darah (leukimia), dan kanker bola mata (retinoblastoma). Selain itu ada pula kanker tulang, kanker kelenjar getah bening, kanker hati, ginjal, indung telur, otak, dan lain-lain.

Edi memaparkan, secara garis besar kanker anak terbagi menjadi dua yaitu cair dan padat. Bentuk cair di dalam tubuh manusia adalah darah. Jadi kanker yang masuk dalam kelompok cair yaitu kanker darah. Sedangkan bentuk padat, biasanya terlihat seperti benjolan yang dapat dijumpai pada semua organ manusia seperti otak, mata, hati, ginjal, dan organ-organ lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Belum dapat dideteksi dini

Sebagian dari kanker pada orang dewasa bisa dideteksi dini dengan metode-metode tertentu dengan tingkat akurasi yang cukup baik. Misalnya kanker leher rahim atau serviks dengan metode papsmear, dan kanker payudara dengan metode sadari. Namun kanker pada anak masih belum dapat dideteksi dini.

Kalaupun ada, baru satu jenis kanker yang dapat dideteksi dini yaitu kanker bola mata. Deteksi dini untuk kanker bola mata dinamakan "Lihat Merah". Pemeriksaannya bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah dilatih sebelumnya menggunakan alat yang disebut dengan ophthalmoscope.

"Sementara ini belum ada teknik pemeriksaan untuk deteksi dini kanker jenis lain. Namun selama belum ditemukan, orangtua jangan hanya berdiam diri, tetaplah waspada terhadap gejala-gejala kanker pada anak," tandas Edi.

Gejala kanker darah umumnya pucat, demam, dan darah sulit membeku. Sedangkan gejala kanker kelompok padat umumnya terjadi benjolan di bagian-bagian tumbuhnya kanker.

Sebagaimana sudah diketahui, jika kanker ditemukan pada stadium awal, maka kemungkinan untuk sembuh lebih besar dibanding jika baru ditemukan pada stadium lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abses Hati

Abses Hati

Penyakit
11 Penyebab Kekurangan Kalium

11 Penyebab Kekurangan Kalium

Health
Presbiopia

Presbiopia

Penyakit
3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

3 Cara Mengendalikan Serangan Panik

Health
Stenosis Mitral

Stenosis Mitral

Penyakit
Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Mengenal Agregasi Trombosit, Tes untuk Mendeteksi Fungsi Trombosit

Health
Narsistik

Narsistik

Penyakit
4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Paronikia

Paronikia

Penyakit
Bahaya Memakai Masker Kotor

Bahaya Memakai Masker Kotor

Health
Tendinitis

Tendinitis

Penyakit
7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

7 Gejala Kekurangan Kalium yang Pantang Disepelekan

Health
5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

5 Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Health
Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Bagaimana Alergi Bisa Menyebabkan Pilek atau Hidung Meler?

Health
Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Bisa Gantikan Alat Kontrasepsi, Begini Cara Melacak Jadwal Ovulasi

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.