Kompas.com - 15/07/2013, 15:39 WIB
Ilustrasi berpacaran. ShutterstockIlustrasi berpacaran.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Hubungan yang dijalin dengan pasangan dapat menentukan kesehatan seseorang. Itu mungkin sebabnya beberapa peneliti berpendapat, pernikahan yang bahagia dapat mencegah banyak penyakit datang sehingga hidup lebih panjang.

Namun, faktanya tidak semua hubungan berjalan dengan bahagia. Ada pula hubungan yang justru berdampak pada meningkatnya stres, rasa cemas, hingga imunitas yang melemah.

Bila Anda kini sedang menjalankan sebuah hubungan, mungkin bisa dicermati apakah kondisi-kondisi berikut juga Anda alami.

1. Tambah berat badan
Sering kali dijumpai orang yang bertambah gemuk setelah menikah atau berpacaran. Kebanyakan orang akan mengidentikkan hal itu dengan rasa bahagia. Namun, kegemukan tersebut sebenarnya tidak sehat karena pasangan yang baik akan saling mendukung satu sama lain untuk menjaga berat badannya.

Psikolog Maryann Troiani mengatakan, pasangan yang mengalami penambahan berat badan mungkin malah memiliki konflik, yang memicu mereka mengalami kebiasaan makan agresif dan gangguan tidur. Kedunya dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

2. Stres
Keintiman fisik yang dilakukan rutin bersama pasangan dapat mengurangi stres. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian di Journal of Sexual Medicine tahun 2009. Pria yang lebih sering berhubungan seks ternyata lebih sehat secara mental dan lebih puas terhadap hubungan dan kehidupan mereka secara umum.

Namun, ada pula hal lain dalam hubungan yang dapat memicu stres, seperti pertengkaran masalah uang, bahkan masalah kecil dalam rumah tangga. Kuncinya, hargai setiap pendapat dari pasangan untuk mendapatkan kesepakatan tanpa harus bertengkar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Hormon bahagia
Sentuhan-sentuhan kecil yang dilakukan pasangan ternyata dapat memicu pengeluaran hormon bahagia oksitoksin. Hormon tersebut memiliki banyak manfaat, seperti membuat kulit menjadi lebih elastis hingga meningkatkan kekebalan tubuh. Maka, janganlah ragu untuk memberikan pelukan, pijatan di pundak, atau genggaman tangan pada pasangan.

4. Cemas dan depresi
Setiap hubungan memiliki waktu-waktu sulit yang dapat memicu rasa cemas baik ringan maupun berat. Cemas berat yang berlangsung terus-menerus dapat berakhir pada depresi.

Kabar baiknya, hubungan yang berlangsung dalam waktu lama, khususnya yang terikat pada pernikahan, memiliki efek yang baik untuk mencegah bahkan menyembuhkan cemas dan depresi.

5. Tekanan darah dan kesehatan jantung
Pola makan, kebiasaan olahraga, dan kadar stres dapat mempengaruhi tekanan darah. Maka, tidak heran status serta kekuatan hubungan Anda berpengaruh juga.

Sebuah penelitian pada tahun 2008 asal Universitas Brigham Young menemukan, pasangan yang bahagia cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah daripada mereka yang tidak.
Tekanan darah yang tinggi berimbas pada gangguan kesehatan jantung. Sebuah studi membuktikan, pernikahan berhubungan dengan rendahnya risiko serangan jantung, terutama bagi pria.

6. Kanker
Beberapa studi menunjukkan, dukungan dari pasangan dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker, termasuk kanker prostat, paru-paru, dan kolon.

7. Peduli kesehatan
Pasangan yang peduli satu sama lain akan lebih peka terhadap perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada pasangannya, termasuk gejala penyakit. Sebuah studi asal Kanada mengungkap, orang yang menikah cenderung lebih cepat datang ke dokter dibandingkan mereka yang lajang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

Health
Neuritis Optik

Neuritis Optik

Penyakit
7 Manfaat Pilates untuk Lansia

7 Manfaat Pilates untuk Lansia

Health
Sifilis

Sifilis

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Health
Psikosis

Psikosis

Penyakit
4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.