Kompas.com - 29/08/2013, 09:21 WIB
Gerakan relaksasi Bob and Jean Anderson/Shelter Publications, IncGerakan relaksasi
|
EditorAsep Candra

KOMPAS.com — Berapa banyak di antara Anda yang bekerja dengan duduk di depan komputer? Atau menjalani profesi yang identik dengan duduk lama seperti sekretaris, mahasiswa, atau penulis?

Bagi Anda yang dengan rutinitas demikian, pernahkah Anda merasa jenuh karena harus duduk lama menatap komputer atau bahan kerjaan? Atau sampai merasa pegal dan nyeri pada otot leher, bahu, lengan, punggung bawah, hingga sakit kepala? Bisa jadi hal tersebut muncul karena salah posisi duduk atau durasi kerja yang terlalu lama tanpa diselingi istirahat yang cukup.

Meski terlihat sederhana, keluhan-keluhan itu tidak boleh dianggap sepele. Posisi duduk yang tidak ergonomis, yakni leher terlalu menunduk, punggung terlalu bungkuk atau terlalu tegak, hingga tinggi bangku yang tidak pas dengan tinggi meja, akan mudah menimbulkan kelelahan otot. Dan bila dipertahankan dalam waktu lama, dapat timbul ketegangan otot (spasme) hingga rasa nyeri yang berlarut-larut. Bahkan, kondisi tersebut dapat berakibat pada penurunan daya dan semangat kerja, serta sulit berkonsentrasi.

Sebuah survei di Denmark yang melibatkan 690 pekerja pengguna komputer menunjukkan, sekitar 35 persen pekerja mengeluh nyeri pada otot leher dan bahu setiap hari dalam 1 tahun terakhir. Sebuah angka yang fantastis! Hasil studi tersebut telah dipublikasikan Agustus 2013 ini di sebuah jurnal internasional. Bahkan, sejumlah 44,6 persen di antara mereka mengakui adanya penurunan produktivitas mereka karena keluhan ini.

Selain pada leher dan bahu, keluhan lain yang digarisbawahi oleh Tim Peneliti adalah nyeri pada punggung bawah (low back pain). Masalah ini memang klasik temukan akibat posisi duduk yang keliru. Kebanyakan orang duduk dengan posisi menyandar yang hanya pada punggung atas, sementara punggung bawah tidak memiliki tumpuan. Dengan posisi tersebut, otot punggung bawah akan berkontraksi (tegang) sebagai upaya kompensasi sehingga lama-kelamaan timbul nyeri.

Bob and Jean Anderson/Shelter Publications, Inc Gerakan relaksasi

Posisi duduk yang ideal memang mampu meningkatkan durasi kerja di depan komputer. Akan tetapi, otot-otot penopang (dalam hal ini otot leher, bahu, dan punggung) juga memiliki kapasitas dan akan menjadi lelah. Oleh sebab itu, Anda perlu melakukan latihan relaksasi stretching otot di sela pekerjaan.

Latihan ini sangat efektif bila dilakukan secara benar dan runut. Gerakan relaksasi cukup dilakukan selama 5 menit setiap bekerja 1,5-2 jam di depan komputer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berikut adalah contoh latihan stretching yang sederhana dan mudah diikuti. Anda dapat menempelnya di samping meja kerja guna mengingatkan pentingnya relaksasi di tengah sibuknya pekerjaan.

Ingat, stretching yang baik harus mencakup semua otot: mulai dari leher, bahu, lengan, tangan, punggung, dan dada. Lakukan stretching secara perlahan hingga batas maksimal bisa Anda capai. Rasakan otot tersebut teregang dan menjadi rileks; pertahankan selama beberapa detik. Bila awalnya terasa kaku, coba bantu digerakkan secara pasif dengan dorongan tangan. Namun, jangan paksakan bila muncul nyeri. Usai satu gerakan, lakukan gerakan antagonisnya lalu sisi sebelahnya.

Bob and Jean Anderson/Shelter Publications, Inc Gerakan relaksasi berikutnya

Tak kalah pentingnya, Anda pun harus mengistirahatkan mata dan pikiran sejenak. Memejamkan mata selama 2-3 menit terbukti efektif agar otot mata tidak kelelahan. Demikian juga dengan pikiran. Bekerja monoton dengan fokus penuh dapat menyebabkan Anda jenuh dan kehilangan konsentrasi. Sembari melakukan gerakan relaksasi 5 menit, Anda dapat mengalihkan sejenak pikiran Anda dari kepenatan itu. Atau, berjalan-jalan ke meja kerja tetangga juga boleh dilakukan supaya tidak bosan.

Apakah Anda mulai merasa lelah di depan komputer? Yuk, mari mulai bergerak dan lakukan relaksasi. Di samping terhindar dari risiko masalah kesehatan, Anda pun akan menjadi lebih produktif mengerjakan tugas di komputer.

Salam sehat untuk kita semua!


Sumber Kompasiana

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Kram Perut
Kram Perut
PENYAKIT
Anosmia
Anosmia
PENYAKIT
Malnutrisi
Malnutrisi
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.