Kompas.com - 23/01/2014, 16:07 WIB
Penulis Wardah Fajri
|
EditorWardah Fajri
KOMPAS.com - Pengaturan suhu ruang berdampak pada penurunan juga kenaikan berat badan. Sejumlah penelitan telah mengungkapkan hal ini. Namun, rupanya terjadi perbedaan pendapat di kalangan ahli mengenai dampak suhu ruang terhadap berat badan.

Penelitian di Belanda mengungkapkan suhu ruang yang dingin membantu menurunkan berat badan orang yang beraktivitas di dalamnya. Menurut penelitian yang sama, pengaturan suhu ruang di rumah, kantor, rumah sakit dengan temperatur tinggi mungkin bisa membuat nyaman penghuninya, namun membuat tubuh berhenti membakar kalori untuk mendapatkan kehangatan. Inilah yang kemudian memicu kegemukan bahkan obesitas.

Orang cenderung akan naik berat badannya jika setiap harinya lebih banyak kalori yang masuk dibandingkan kalori yang terbakar.

Peneliti di Maastricht University Medical Centre mengatakan suhu yang tepat untuk menjaga keseimbangan konsumsi energi adalah 19 derajat Celcius. Pada suhu ruang yang rendah, orang akan membakar lebih banyak kalori lantaran menggunakan banyak energi untuk menghangatkan tubuh.

Hal ini berlawanan dengan anggapan yang menyatakan mematikan alat penghangat ruangan dapat mendorong orang untuk makan lebih banyak karena kedinginan.

"Temperatur 19 derajat Celcius cukup dan bukan untuk sepanjang hari. Konsumsi energi meningkat  dalam suhu ruang dingin ringan dan perlahan bisa membawa perubahan. Namun akan lebih besar dampaknya jika dibantu dengan pola makan sehat dan olahraga,"terang peneliti Wouter van Marken Lichtenbelt.

Suhu panas bikin kurus?
Pengaturan suhu ruang kaitannya dengan berat badan dan risiko penyakit juga pernah menjadi topik penelitian Michael Daly dari University of Stirling di Inggris.

"Berada di suhu dalam ruang yang dingin memungkinkan Anda terkena stroke," papar Daly.

Penelitian Daly di 100.000 rumah di Inggris menunjukkan penghuni rumah yang mengatur suhu ruang di atas 23 derajat Celcius cenderung lebih kurus. Pasalnya, tubuh yang berkeringat akan menggunakan energi untuk menghilangkan hawa panas.

Daly mengatakan suhu ruang yang panas juga menurunkan selera makan dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

Hasil penelitian ini dibantah oleh Tam Fry, dari Forum Obesitas Nasional Inggris, "Lingkungan dingin mengaktifkan deposit lemak di tubuh, yang bisa menghasilkan panas 300 kali lipat dibandingkan organ tubuh lainnya. Ini adalah sumber daya panas alami tubuh. Panas alami tubuh ini membuat kita hangat seperti saat bayi dan membuat kita mampu menjaga kehangatan seperti sekarang ini."

Jika ingin membuktikannya, kata Fry, atur suhu ruang lebih dingin dan dapatkan penurunan berat badan sebagai bonusnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.