Kompas.com - 01/02/2014, 15:49 WIB
|
EditorWardah Fajri

KOMPAS.com - Suplemen antioksidan seringkali dipromosikan untuk membantu pencegahan penyakit. Ini karena antioksidan diketahui dapat berikatan dengan radikal bebas sehingga mencegahnya merusak sel-sel tubuh. Hal itu juga yang akhirnya membuat suplemen ini dipercaya menurunkan risiko kanker.

Namun sebuah studi baru menunjukkan hasil yang kontraproduktif dari anggapan yang telah ada sebelumnya. Studi yang dipublikasi dalam jurnal Science Translational Medicine menemukan, antioksidan justru dapat meningkatkan kecepatan pertumbuhan tumor yang berpotensi menjadi kanker.

Tim peneliti asal Swedia tersebut melakukan percobaan pada efek antioksidan dalam vitamin E dan obat yang disebut N-asetilstein (NAC). NAC merupakan obat yang biasa digunakan pada pasien penyakit pernapasan obstruktif kronis untuk membantu bernapas.

Pengujian pada tikus menunjukkan, keberadaan antioksidan menyebabkan peningkatan kecepatan pertumbuhan tumor tiga kali lipatnya. Bahkan tim peneliti juga menemukan, tikus cenderung mati dua kali lebih cepat. Semakin banyak antioksidan diberikan pada tikus, semakin cepat mereka mati. Uji pada sel kanker manusia di laboratorium juga menunjukkan hasil yang sama.

Meskipun peneliti hanya mengukur efek vitamin E dan NAC, mereka menemukan bukti bahwa antioksidan lainnya juga dapat memberi nutrisi bagi sel kanker sehingga menambah cepat pertumbuhannya.

Menurut pusat pengobatan komplementer dan alternatif Amerika Serikat, uji klinis untuk suplemen antioksidan seringkali gagal membuktikan bahwa suplemen mampu mencegah kondisi seperti serangan jantung, stroke, demensia, atau kanker.

"Jika dilihat lebih jauh, suplemen antioksidan tidak melindungi tubuh dari kanker, namun justru meningkatkan risikonya," ujar peneliti studi Martin Bergo dari Sahlgrenska Cancer Center.

Antioksidan, termasuk vitamin, karoten, dan mineral secara alami ditemukan pada sayur dan buah. Antioksidan beraksi dengan menetralkan radikal bebas yang dapat merusak DNA dari sel manusia.

"Karena DNA juga dirusak oleh kanker, maka antioksidan bukannya mematikan sel kanker, tetapi malah sesungguhnya membantu sel kanker," ujar peneliti lainnya dari Institute of Biomedicine di University of Gothenburg.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber foxnews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.