Kompas.com - 09/02/2014, 17:57 WIB
|
EditorAsep Candra


KOMPAS.com -
Faktor keturunan atau genetika memang hanya menentukan risiko 10 persen seseorang menderita kanker. Namun peluang ini tak seharusnya diremehkan. Pencegahan seperti deteksi dini tetap harus dilakukan, tanpa memandang adanya faktor risiko keturunan. Apalagi, pada kanker payudara yang sudah terbukti bisa diwariskan melalui gen BRCA 1 dan 2.

"Untuk kanker payudara memang risiko keturunanya hanya 2,5 persen. Namun faktor risiko ini tetap harus diperhatikan, terutama pada 4 keadaan tertentu. Bila mengalami keadaan ini sebaiknya segera lakukan pemeriksaan selambat-lambatnya pada usia 40 tahun pada wanita, minimal 1-2 tahun sekali" kata Kepala Deteksi Dini Kanker RS. Kanker Dharmais, Walta Gautama, pada acara Peringatan Hari Kanker Sedunia, Minggu (9/2/2014) di Jakarta.

Berikut 4 kondisi yang dimaksud Walta:

1. Ada keluarga dekat yang terkena kanker di usia kurang dari 40 tahun

Keluarga dekat yang dimaksud adalah orangtua, kakak, adik, atau sepupu. Bila ada keluarga dekat yang terkena kanker di usia muda sebaiknya segera periksakan diri sedini mungkin, untuk pria maupun wanita.

2. Ada keluarga dekat terkena kanker di payudara kanan dan kiri

Kondisi ini mewajibkan wanita melakukan mammografi di usia 35 tahun. Tes mamografi memiliki sensitifitas dan selektifitas mencapai hampir 100 persen dalam mendeteksi sel kanker. "Harus mammografi bukan USG, walau setelah itu ada beberapa wanita yang mengalami rasa sakit. Mammografi memiliki kualitas terbaik dalam mendeteksi kanker payudara," kata Walta.

3. Ada anggota keluarga pria yang terkena kanker payudara

Kondisi ini mengharuskan para wanita, terutama yang memiliki hubungan saudara dekat, melakukan pemeriksaan payudara secepatnya. Hubungan saudara dekat meliputi anak, kakak, adik, orangtua, atau sepupu.

4. Ada lebih dari 2 orang anggota keluarga yang terkena kanker payudara

Keadaan ini mewajibkan saudara terdekatnya secepat mungkin melakukan pemeriksaan payudara, sebelum usia 40 tahun. Walau hasilnya negatif, sebaiknya tidak terlalu berbesar hati dan tetap menjaga gaya hidup.

Dalam perjalanannya, diketahui hasil positif BRCA 1 mengindikasikan 85 persen terkena kanker payudara. Sedangkan hasil positif BRCA 2 mengindikasikan 25 persen terkena kanker ovarium akibat virus HPV. Adanya gen BRCA 1 dan 2 bisa diketahui melalui tes darah. Bentuk pencegahan lainnya adalah mastektomi atau pengangkatan payudara, seperti yang dilakukan Angelina Jolie.

"Cara ini menurunkan risiko kanker payudara hingga tinggal 2,5 persen, sekaligus melindungi wanita dari kanker ovarium. Seperti diketahui kanker payudara kerap dibarengi kanker ovarium, karena sama-sama disebabkan esterogen. Pada wanita yang memiliki faktor risiko seperti Angelina Jolie, mastektomi melindungi dirinya dari kanker serta pengangkatan beruntun ovarium dan payudara," jelas Walta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.