Kompas.com - 22/03/2014, 12:26 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Camilan tinggi garam, seperti keripik, diketahui memicu kegemukan. Apalagi jika dimakan berlebihan, camilan tersebut dapat memicu berbagai penyakit, seperti hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan, camilan asin juga dapat mempercepat penuaan bagi remaja gemuk.

Dalam studi baru tersebut, para peneliti asal Medical College of Georgia menganalisis hubungan antara konsumsi garam tinggi dan panjang telomer pada kromosom. Telomer merupakan penutup pelindung pada ujung kromosom yang secara alami memendek seiring usia.

Kendati demikian, ada hal-hal yang mempercepat perpendekan telomer. Misalnya, kebiasaan merokok dan kurang berolahraga. Karena itu, proses penuaan pun berjalan dengan lebih cepat.

Penelitian melibatkan 766 remaja dengan rentang usia 14-18 tahun. Mereka dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan rata-rata konsumsi garam mereka setiap hari.

Peserta yang makan garam rata-rata 2.388 miligram (mg) setiap hari dikategorikan sebagai kelompok rendah garam. Sementara kelompok lainnya yang rata-rata mengonsumsi garam 4.142 mg per hari dikategorikan sebagai kelompok tinggi garam. Meskipun faktanya, kedua kelompok tetap mengonsumsi garam lebih banyak dari rekomendasi 1.500 mg garam per hari.

Para peneliti menemukan, remaja gemuk dan obesitas yang makan tinggi garam memiliki telomer yang jauh lebih pendek daripada remaja gemuk yang makan lebih sedikit garam. Namun, hubungan tersebut tidak terlihat pada remaja dengan berat badan normal.

Melihat hasil tersebut, para peneliti menegaskan, pengurangan konsumsi garam harus diprioritaskan bagi remaja gemuk. Haidong Zhu, asisten profesor kedokteran anak di Medical College of Georgia, Georgia Regents University mengatakan, mengurangi konsumsi garam merupakan langkah pertama yang lebih mudah daripada mengurangi berat badan bagi remaja gemuk yang ingin mengurangi risiko penyakit jantung.

"Sumber utama garam adalah dari makanan olahan, sehingga orangtua seharusnya dapat menguranginya. Sebaliknya, mereka perlu lebih banyak menyediakan makanan segar, seperti buah segar, dibandingkan keripik kentang," ujar Zhu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Bagaimana Cara Menyusui Bayi?

Health
Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Manfaat Pemberian ASI Bagi Bayi dan Ibu

Health
7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

7 Manfaat Vitamin B Kompleks untuk Kesehatan

Health
12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Mengatasinya

Health
Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Apa yang Perlu Diketahui dari Kasus Hepatitis Misterius pada Anak?

Health
Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.