Kompas.com - 26/03/2014, 16:36 WIB
KOMPAS.com - Degenerasi makula atau yang juga dikenal dengan istilah age-related macular degeneration(AMD) merupakan penyakit penuaan makula mata penyebab utama kebutaan. Menurut penelitian, penyakit ini juga dapat meningkatkan risiko depresi hingga dua kali lipat.
 
"Karena meningkatkan risiko depresi, AMD juga dapat memicu bunuh diri. Biasanya ini berhubungan dengan menurunnya kualitas hidup penderita AMD," ujar dokter spesialis mata Elvioza acara temu media opsi pengobatan terbaru untuk AMD basah, di Jakarta, Selasa (26/3/2014).

AMD merupakan penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang berusia di atas 50 tahun karena rusaknya bagian tengah retina yang dikenal sebagai makula. Retina adalah jaringan saraf yang peka terhadap sinar dan terletak di mata bagian belakang. 
 
Ia menjelaskan, menurunnya kualitas hidup penderita AMD yaitu karena mereka tidak dapat melakukan kegiatan layaknya sebelum menderita penyakit tersebut. Akhirnya, mereka pun kehilangan kemandirian.
 
Saat penglihatan sudah menurun akibat AMD, aktivitas kehidupan sehari-hari, seperti menyetir, membaca, memasak, dan sebagainya menjadi sulit untuk dilakukan sehingga meningkatkan ketergantungan pada orang lain.
 
"Akibatnya, bukan hanya pasien yang menanggung beban psikologis, melainkan juga keluarga," kata staf pengajar vitreoretiona di Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini.
 
Penelitian menunjukkan, AMD meningkatkan kesulitan mengurus keuangan sebanyak 13 kali. Kondisi ini juga membuat penderitanya 12 kali lebih sulit dalam menggunakan telepon genggam, sembilan kali lebih sulit melakukan pekerjaan rumah, delapan kali lebih sulit berbelanja, dan menyiapkan makanan empat kali lebih sulit.
 
Orang dengan AMD dilaporkan juga mengalami penurunan dalam melakukan hobi mereka sebanyak 59 persen. "Karena sulit melakukan hobi, sesuatu yang disenangi, kecenderungan depresi pun meningkat," terangnya.
 
Untuk mengurangi risiko AMD, maka orang perlu berhenti merokok, menjaga berat badan seimbang dan olahraga, makan makanan rendah lemak dan sayur-sayuran hijau, konsumsi suplemen yang mengandung antioksidan dan seng, mengurangi paparan sinar UV, melakukan pemeriksaan berkala untuk deteksi dini.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.