Kompas.com - 04/06/2014, 10:02 WIB
|
EditorLusia Kus Anna
 

KOMPAS.com -
Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan prevalensi yang cukup tinggi, khususnya pada wanita. Kendati berisiko mematikan, namun kanker payudara sangat mungkin disembuhkan. Sayangnya, banyak pula pasien yang baru memeriksakan diri saat kondisinya sudah parah sehingga kemungkinan sembuhnya pun kecil. 
 
Dokter spesialis bedah konsultan payudara Alfiah Amiruddin mengatakan, banyak orang yang datang ke dokter ketika kondisinya perlu diterapi dengan beberapa jenis terapi sekaligus. Artinya kondisinya sudah terlalu parah untuk menerima satu jenis terapi saja.
 
Menurut data dari Rumah Sakit Kanker Dharmais untuk distribusi terapi kanker payudara pada 2003-2007, sebanyak 16,87 persen pasien mendapat terapi operasi, radioterapi, dan kemoterapi sekaligus. Sementara yang mendapat operasi saja 12,14 persen, radioterapi saja 5,56 persen, operasi dan radioterapi 7,09 persen, kemoterapi saja 8,36 persen, operasi dan kemoterapi 15,78, serta radioterapi dan kemoterapi 6,54 persen.
 
"Ini berarti masih banyak pasien yang membutuhkan terapi yang kompleks dalam menangani kanker payudara. Padahal semakin kompleks terapi yang diterima, semakin parah juga kondisinya. Serta, semakin tinggi biaya yang perlu dikeluarkan," tutur Alfiah dalam media workshop di Jakarta, Selasa (3/6/2014).
 
Ia mengatakan, sebanyak 40-70 persen pasien datang dengan membawa kanker yang sudah memasuki stadium lanjut. Padahal jika sudah demikian, kemungkinan sembuhnya sudah sangat kecil.
 
Dalam kanker payudara, jelas dia, ada yang dinamakan laju harapan hidup lima tahun (five years survival rate) yang bergantung pada diagnosis dan penanganan dini dari kondisi pasien. Jika didiagnosis dari stadium satu maka harapan hidupnya mencapai 95 persen, stadium dua 87 persen, stadium tiga 56 persen, dan stadium empat 19 persen.
 
"Jika ditemukan masih dalam stadium satu dan dua maka diagnosis dikatakan dini dan upaya kuratif bisa dilakukan. Tapi lihat perbedaan stadium tiga dan empat sangat mencolok, sehingga kemungkinan upaya yang dilakukan adalah paliatif," tutur dokter dari RS Mitra Keluarga Kemayoran ini.
 
Karena itu, Alfi menegaskan betapa pentingnya deteksi dini kanker payudara. Meski ia mengakui, kesibukan seringkali menjadi penghalang seseorang untuk melakukan pemeriksaan yang mungkin memakan waktu lama.
 
Atas dasar itulah, ia juga menyarankan untuk melakukan pemeriksaan pada tempat yang memberikan pelayanan terpadu pemeriksaan kanker payudara. Dengan pendekatan multidisiplin ilmu, dilakukan di satu tempat, dan hasilnya cepat terlihat membuat orang dapat menghemat banyak waktu.
 
"Selain itu, dengan teknik diagnostik tripel yang terdiri dari pemeriksaan fisik, radiologi, dan biopsi, hasilnya pun akan jauh lebih akurat," katanya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.