Kompas.com - 28/06/2014, 09:33 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Diet bebas gluten utamanya diperlukan untuk orang yang alergi dengan gluten atau anak berkebutuhan khusus dengan autisme. Namun ternyata diet bebas gluten juga bermanfaat bagi mereka yang kerap mengalami problem pencernaan.

Manfaat ini dirasakan langsung oleh pembawa acara sekaligus penyiar radio Lucy Wiryono. Karena anak pertamanya mengidap autisme, ia sekeluarga memutuskan untuk menjalani diet bebas gluten. Berkat ikut menjalani diet tersebut, konstipasi atau sembelit yang kerap dialaminya perlahan mulai mengalami perbaikan.

Lucy menceritakan, awalnya memang diet bebas gluten dilakukan demi kebutuhan anak pertamanya. Namun akhirnya ia dan suami berkomitmen untuk menjalani diet tersebut bersama-sama, satu keluarga.

"Enggak mungkin kan dia melakukan diet itu sendiri, sementara kita bebas makan yang tepung-tepung. Lagi pula kalau pengolahan makanan bergluten dengan bebas gluten dicampur, itu juga enggak akan bermanfaat bagi yang perlu diet bebas gluten," paparnya di acara peluncuran produk bebas gluten di Jakarta, Rabu (25/6/2014).

Awalnya, Lucy mengaku masih sulit menerapkan diet bebas gluten. Bagaimana tidak, makanan dengan bahan dasar gandum hampir selalu menjadi santapannya sehari-hari. Apalagi pemilik Holycow! Steakhouse ini memiliki hobi menyantap cake dan cookies yang semua terbuat dari tepung terigu.

Ditambah lagi, produk bebas gluten masih sulit ditemui di Indonesia. Kalaupun ada, rasanya belum seenak produk-produk makanan yang berbahan dasar tepung terigu.

Lucy pun memutar otak untuk menyiasati dietnya. Ia awalnya hanya menyediakan makanan dengan bahan baku beras, jagung, atau sagu di rumah. Selain itu juga ia mencari produk-produk cake atau kue yang bebas gluten.

Lama-lama karena sering di rumah dan disiplin dengan diet bebas gluten, ia pun menjadi terbiasa. Manfaat dari diet ini pun perlahan ia mulai rasakan.

"Saya pun baru sadar sembelit saya sudah enggak ada lagi sejak diet bebas gluten. Padahal dulu saya bisa BAB dua hingga tiga hari sekali," ungkapnya.

Diet bebas gluten saat ini memang masih lebih populer di kalangan anak berkebutuhan khusus yang mengidap autisme. Bagi anak autis, adanya gluten dapat mengakibatkan gangguan metabolisme, khususnya pada bagian usus halus. Pencernaan gluten menimbulkan reaksi peradangan yang dapat merusak mukosa usus halus.

Peradangan pada usus bisa membuat usus bocor dan gluten akan beredar di dalam darah. Bila menuju otak, gluten akan bereaksi membuat efek seperti mengonsumsi bahan-bahan adiktif, sehingga konsumsi gluten akan berbahaya bagi mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Bagaimana Mencegah Penularan Cacar Monyet?

Health
Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Cara Mengurangi Risiko Kanker Ovarium

Health
Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Jangan Sampai Kecolongan, Gejala Kanker Usus Bisa Dilihat dari Feses

Health
Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Tips untuk Menjaga Kesehatan Usus

Health
7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.