Kompas.com - 29/06/2014, 15:05 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com - Waktu berbuka puasa seharusnya menjadi saat bagi tubuh untuk mendapatkan kembali energi dan cairan yang hilang setelah seharian berpuasa. Namun pemilihan jenis minuman ternyata juga berdampak pada proses rehidrasi tubuh.
 
Menurut dokter spesialis gizi klinik Saptawati Bardosono, minuman yang paling tepat untuk merehidrasi tubuh adalah air putih. Hanya saja, tidak sedikit pula orang yang lebih memilih berbuka dengan miuman dengan rasa, seperti teh atau kopi. 
 
"Teh atau kopi sebenarnya juga terdiri dari air yang dapat menghidrasi tubuh. Tapi kandungan kafein di dalam kedua minuman itu bisa membuat tubuh semakin kekurangan cairan," kata staf pengajar di Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini dalam talkshow kesehatan puasa di Jakarta, belum lama ini.
 
Kafein merupakan zat yang bersifat diuretik atau dapat memicu buang air kecil. Sehingga saat minum minuman yang berkafein, kandungan airnya memang dapat menghidrasi, namun akan lebih cepat dikeluarkan kembali akibat sifat diuretik tadi.
 
Bahkan, seringkali cairan yang dikeluarkan malah lebih banyak daripada cairan yang dimasukan. Inilah mengapa, minum teh atau kopi dikatakan justru membuat tubuh bertambah dehidrasi dan tidak disarankan sebagai minuman yang diminum saat berbuka puasa.
 
Kalaupun mau minum teh atau kopi, maka seseorang perlu minum lebih banyak air untuk mengganti cairan yang keluar. Padahal jangka waktu setelah berbuka hingga tidur tidaklah panjang. Sehingga orang lebih mungkin untuk kekurangan cairan yang tidak sempat digantinya setelah banyak buang air kecil.
 
Karena itu, Saptawati menyarankan untuk berbuka dengan air putih. Tujuannya untuk membebaskan tubuh dari dehidrasi tanpa memberikan dampak diuretik. Setelahnya, buah-buahan manis seperti kurma diperlukan untuk mengganti kadar karbohidrat dalam tubuh yang sudah menurun setelah berpuasa seharian.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
Edema Paru

Edema Paru

Penyakit
7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

7 Makanan yang Pantang Dikonsumsi Ibu Hamil

Health
Balanitis

Balanitis

Penyakit
6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

6 Penyebab Hidung Sakit seperti Kemasukan Air

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.