Kenali Nutrisi dan Batasan Aman Konsumsi Telur

Kompas.com - 16/08/2014, 09:13 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Telur merupakan sumber nutrisi yang penting dan harganya ramah di kantong. Tetapi banyak salah kaprah tentang telur, terutama karena kandungan kolesterol dalam telur dinilai tinggi sehingga perlu dihindari.

Untuk mendapatkan diet yang seimbang dan sehat, berikut beberapa manfaat dan kerugian dari telur sehingga Anda dapat menentukan berapa jumlah telur yang perlu dikonsumsi setiap minggunya.

- Nilai nutrisi
Sebutir telur sebetulnya adalah inkubator untuk bayi ayam, karena itu wajar saja jika telur mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk bertumbuh. Telur merupakan sumber yang baik untuk antioksidan, iodin, vitamin A, B2, dan D. Harga dari telur juga relatif murah untuk ukuran sumber protein hewani. Telur juga kaya akan kolin yang merupakan nutrisi penting untuk otak.

Banyak pakar yang menyebut telur sebagai sumber pangan padat gizi. Artinya dengan jumlah yang sama dengan bahan pangan lain, telur mengandung gizi yang lebih banyak.

- Kolesterol
Selama bertahun-tahun, telur banyak mendapat anggapan negatif karena bagian kuningnya mengandung kolesterol tinggi. Sebutir telur mengandung lebih dari setengah kebutuhan kolesterol per hari.

Namun kebanyakan orang sebetulnya salah mengira bahwa makan makanan tinggi kolesterol akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Faktanya, kolesterol merupakan substansi penting yang dihasilkan di organ hati manusia dengan tujuan membuat membran dari setiap sel di tubuh. Kolesterol juga dibutuhkan untuk produksi berbagai macam hormon yang penting untuk sistem reproduksi.

Ketika orang banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, maka hati mengurangi produksi kolesterolnya. Hal itulah yang sebenarnya tidak sehat.

- Konsumsi per minggu
Sejumlah studi lama tidak merekomendasikan orang untuk mengonsumsi telur lebih dari enam butir per minggu. Namun baru-baru ini, penelitian menemukan, tak ada batasan untuk mengonsumsi telur. Meski begitu, penderita diabetes perlu menghindari makan kuning telur karena mengandung kolesterol tinggi yang dapat meningkatkan risiko stroke mereka.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X