Kompas.com - 19/08/2014, 14:46 WIB
Obat ARV jenis Efavirenz buatan PT.Kimia Farma AIDS CoalitionObat ARV jenis Efavirenz buatan PT.Kimia Farma
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com-
Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA menyambut gembira obat antiretroviral jenis Efavirenz yang diproduksi oleh PT.Kimia Farma. Kehadiran obat ini diharapkan bisa memutus ketergantungan obat ARV yang selama ini diimpor.

Obat efavirenz tersebut juga sudah mulai didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit. “Kami mendapat laporan monitoring ARV kemarin yang mengatakan ARV jenis Efavirenz sudah ada di RS Fatmawati,” kata Irwandy Widjaja dari Indonesia AIDS Coalition dalam siaran persnya.

Ia menambahkan. “Ini merupakan kabar gembira bagi ODHA di Indonesia karena dengan ARV produksi lokal, kita bisa memutus mata rantai ketergantungan obat ARV dari luar negeri. Dan persoalan seperti ARV tertahan di Bea Cukai bisa kita hindari kedepannya”.

Obat Efavirenz ini adalah obat ARV jenis keempat yang bisa diproduksi oleh Kimia Farma. Dua lainnya adalah jenis lamivudine, zidovudine dan nevirapine. Untuk jenis lainnya dan juga obat ARV golongan lini 2 masih import.
 
Selama ini, mayoritas obat ARV yang dibutuhkan ODHA di Indonesia adalah obat import dari India. Kerap kali dalam proses pembelian obat import ini mengalami keterlambatan yang menyebabkan obat terlambat didistribusikan di rumah sakit.

Irwandy mengatakan, yang masih menjadi PR sekarang adalah bagaimana menurunkan harga obat produksi lokal karena saat ini obat produksi lokal harganya masih 3-4 kali lebih tinggi dari obat generik impor.

Obat ARV dinyatakan sebagai obat untuk terapi HIV/AIDS sejak tahun 1996. Manfaat obat tersebut sudah terbukti menurunkan angka kematian berkaitan dengan infeksi HIV, menurunkan angka perawatan di rumah sakit, menekan jumlah virus HIV dalam darah, dan memulihkan kekebalan tubuh yang turun. Mereka yang minum obat ARV secara teratur juga lebih rendah risikonya menularkan penyakit ini kepada orang lain.

Sejak tahun 2006 Pemerintah Indonesia menyediakan obat ARV secara cuma-cuma atau subsidi. Pada akhir tahun 2003, menteri kesehatan pada waktu itu mengusulkan agar pemerintah membuat obat generik ARV untuk kepentingan rakyat Indonesia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Herpes Genital
Herpes Genital
PENYAKIT
Hepatitis B
Hepatitis B
PENYAKIT
Kutil
Kutil
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.