Mau Langsing? Gunakan Kendaraan Umum

Kompas.com - 22/08/2014, 06:59 WIB
Ilustrasi Ilustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Keputusan memilih moda transportasi yang digunakan ternyata punya kaitan dengan usaha menurunkan berat badan. Peneliti asal London menemukan, orang yang menggunakan transportasi umum seperti bus atau kereta, rata-rata bertubuh lebih langsing daripada mereka yang mengendarai kendaraan pribadi.

Studi yang dipublikasi secara online dalam British Medical Journal tersebut melibatkan lebih dari 15.000 orang peserta. Dalam studi tersebut, peneliti mengukur indeks massa tubuh peserta, untuk laki-laki rata-ratanya 28 dan untuk perempuan adalah 27. IMT merupakan angka kisaran jumlah lemak tubuh dengan menggunakan perbandingan antara berat dan tinggi badan. Orang yang memiliki IMT 25-29,9 dinilai sudah kelebihan berat badan.

Peneliti asal University College London dan London School of Hygiene and Tropical Medicine menemukan, jika dibandingkan dengan orang yang mengendarai kendaraan pribadi, orang yang terbiasa menggunakan transportasi publik rata-rata memiliki skor IMT yang lebih rendah.

Rata-rata pria yang menggunakan moda transportasi umum memiliki skor IMT sekitar satu poin di bawah mereka yang mengendarai kendaraan pribadi. Hasil IMT lebih kecil ini ternyata juga berlaku pada mereka yang terbiasa berjalan dan mengendarai sepeda. Jika disetarakan dengan berat badan, maka satu poin IMT adalah sekitar tiga kilogram.

Sementara itu, wanita yang menggunakan transportasi publik memiliki IMT yang lebih kecil 0,7 poin dibandingkan dengan mereka yang mengendarai kendaraan pribadi ke tempat kerja. Rata-rata ini setara dengan 2,5 kilogram.

Peneliti berharap, hasil temuan studi ini dapat memberikan implikasi penting terkait transportasi dan kebijakan di bidang kesehatan. "Ada banyak manfaat dari mengganti pilihan ke moda transportasi umum," ujar peneliti.

Ellen Flint, peneliti di London School of Hygiene and Tropical Medicine mengatakan, ada perbedaan besar yang terlihat bagi mereka yang terbiasa menggunakan kendaraan pribadi dengan yang menggunakan transportasi umum. Bahkan perbedaannya lebih terlihat daripada orang yang hanya fokus berdiet dan melakukan aktivitas fisik untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas.

Kendati tidak membuktikan hubungan sebab-akibat, namun berjalan dan bersepeda ke tempat kerja bisa menjadi salah satu strategi untuk mengurangi epidemi obesitas yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif.


Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X