Kompas.com - 02/09/2014, 14:25 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Butuh  waktu tiga tahun bagi Hani, bukan nama sebenarnya, untuk memutuskan memiliki anak. Meski HIV dalam tubuhnya sudah tak terdeteksi, ia tetap khawatir virus itu akan menular pada janinnya. Memiliki anak dan menyusuinya menjadi keputusan amat besar.

Setelah menikah pada 2008, Hani melahirkan anak pertamanya pada 2011 melalui operasi sesar. Dokter kandungan Hani saat itu sebenarnya membolehkan ia untuk melahirkan normal, tetapi Hani khawatir anaknya terinfeksi. Anak pertamanya itu pun tak diberi air susu ibu (ASI). Setelah dites, anak pertama Hani negatif HIV.

Tahun 2013, Hani melahirkan anak kedua. Berbeda dengan anak pertama, Hani memberikan ASI eksklusif pada anak keduanya itu selama enam minggu. Bayi laki-laki itu diberi profilaksis antiretroviral (ARV) sebagai pencegahan transmisi. Setelah menjalani tes polymerase chain reaction (PCR) untuk mengetahui jumlah virus dalam tubuh, anak kedua Hani juga dinyatakan tidak terinfeksi HIV.

”Saya tidak meneruskan menyusui karena pemberian obat buat anak saya hanya enam minggu. Saya takut kalau nanti makin lama menyusui anak saya, makin berisiko terinfeksi. Anak saya lalu diberi susu formula,” ujar Hani.

Hani mengetahui dirinya positif HIV tahun 2004. Setelah mengonsumsi ARV selama enam bulan, jumlah virus dalam tubuhnya berkurang hingga tak terdeteksi lagi. Perempuan berusia 33 tahun itu tahu, dengan status itu, kemungkinan anaknya terinfeksi relatif kecil. Akan tetapi, tetap saja pikiran tak selalu sejalan dengan suara hati.

Ia diliputi ketakutan, anaknya akan terinfeksi HIV. ”Untuk memutuskan memiliki anak saja saya berpikir berulang kali selama tiga tahun. Beruntung keluarga dan lingkungan di sekitar saya mendukung,” ujar anggota Ikatan Perempuan Positif Indonesia itu, Sabtu (30/8), di Jakarta.

Hani berpesan kepada ibu hamil agar tak perlu takut memeriksakan diri untuk mengetahui apakah HIV positif atau tidak. Syukur jika hasilnya negatif HIV. Jika hasilnya positif dan diketahui sejak awal, itu jadi peluang mulai menjalani pengobatan.
Bisa dicegah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perkembangan pengobatan HIV termutakhir menunjukkan, pemberian ARV sejak dini pada ibu hamil bisa menurunkan jumlah virus dalam tubuh ibu sekaligus dapat menurunkan risiko penularannya pada anak yang dikandung sang ibu.

Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Samsuridjal Djauzi mengatakan, masyarakat perlu tahu, saat ini transmisi HIV dari ibu ke anak bisa dicegah. Pengobatan sejak dini bisa menolong ibu dan bayi yang dikandung.

Syaratnya, setiap ibu hamil harus menjalani tes untuk mengetahui status HIV, apakah positif atau negatif. Hal itu disertai tes untuk menapis penyakit lain, seperti hepatitis dan penyakit menular seksual.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

15 Gejala Pendarahan Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
Kram Perut

Kram Perut

Penyakit
Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Tidak Mengalami KIPI, Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Bekerja?

Health
Malnutrisi

Malnutrisi

Penyakit
Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Penyebab Nyeri Dada pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Health
Anosmia

Anosmia

Penyakit
Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Cara Menurunkan Berat Badan dengan Cuka Apel

Health
Pantat Pegal

Pantat Pegal

Penyakit
12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.