Kompas.com - 16/09/2014, 06:50 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com -
Hidup sehat bisa dimulai dengan sarapan setiap pagi. Banyak manfaat sarapan untuk kesehatan tubuh. Salah satunya, sarapan sehat bisa menjaga kadar kolesterol tetap sehat.

Sehatnya sarapan dalam menjaga kesehatan kolesterol dibuktikan penelitian di Finlandia seperti dilansir BBC. Mereka yang tidak sarapan, kata penelitian itu, cenderung merokok, minum minuman beralkohol lebih banyak dan berolah raga lebih jarang dibandingkan mereka yang rajin sarapan.

Ditemukan pula bahwa yang tidak sarapan justru cenderung lebih gemuk karena lebih senang mengonsumsi makanan ringan tak sehat sela-sela waktu makan untuk meningkatkan kadar energi mereka.

“Anak-anak yang tidak sarapan rata-rata memiliki orang tua yang tidak sarapan. Selama masa remaja, pola tidak sarapan ini terkait erat dengan perilaku tak sehat seperti merokok, minum alkohol dan menggunakan mariyuana. Mereka yang tidak sarapan kebanyakan tidak peduli pada kesehatan mereka dibandingkan yang rajin sarapan,” kata Dr. Anna Keski-Rahkonen, peneliti soal sarapan dari Helsinki University, Finlandia.

Penelitian lain menemukan manfaat sarapan untuk menjaga diri dari penyakit jantung dan diabetes. Penelitian yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition itu meneliti efek sarapan dan tidak sarapan pada jumlah kalori yang diasup serta dibakar selama seharian. Mereka juga meneliti insulin, kadar gula darah dan kolesterol pada 10 wanita sehat dengan berat badan normal.

Penelitian itu menemukan bahwa wanita sehat yang tidak sarapan selama dua minggu ternyata makan lebih banyak selama seharian, memiliki kadar kolesterol jahat LDL yang lebih tinggi dan lebih tidak sensitif terhadap insulin dibandingkan wanita yang sarapan setiap hari.

Selama dua minggu para wanita itu sarapan antara pukul tujuh dan delapan pagi dan kemudian ngemil snack berupa wafer cokelat antara pukul 10.30 dan 11.00. Para wanita itu makan dua makanan tambahan dan snack pada waktu yang ditentukan setiap hari dan mencatat semua makanan yang dikonsumsi.

Setelah rehat selama dua pekan, para wanita yang sama mengikuti protokol yang sama namun melewatkan sarapan namun mengonsumsi makanan sarapan pagi di waktu makan siang antara jam 12 dan 12.30. Mereka kemudian menyantap dua kali makan dan dua kali snack di waktu yang ditentukan selama dua minggu.

Hasil penelitian terhadap sepuluh wanita itu mengungkapkan bahwa wanita yang sarapan mengonsumsi 100 kalori lebih sedikit sehari. Penelitian juga menemukan bahwa kolesterol total dan kolesterol jahat LDL pada mereka yang sarapan secara signifikan lebih rendah dibandingkan yang tidak sarapan. Total kolesterol mereka yang sarapan adalah 121 mg/dL sementara saat tidak sarapan memiliki kadar kolesterol total 133 mg/dL.

Kolesterol jahat LDL pada kelompok yang rajin sarapan adalah 60 mg/dL sedangkan ketika tidak sarapan angka itu naik jadi 70 mg/dL. Di samping itu penelitian menemukan mereka yang rajin sarapan memiliki respon insulin yang baik saat makan. Ini artinya risiko mereka untuk menderita diabetes menjadi lebih rendah.

Sarapan yang sehat, papar Dr. Samuel, sama seperti makan siang dan makan malam. Semuanya harus seimbang sesuai dengan jumlah, jadwalnya dan jenis. Dalam hal jumlah, makanan yang masuk harus sama dengan energi keluar. Diusahakan agar energi masuk itu jangan berlebihan. “Sebaiknya makan tetap sehari tiga kali, sarapan, makan siang dan makan malam. Makan malam juga wajib tapi jenis dan jumlahnya yang harus diperhatikan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rakitis

Rakitis

Penyakit
Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Vaksinasi Covid-19 pada Penderita Tumor, Kista, dan Kanker Kandungan

Health
8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

8 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi saat Flu

Health
Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Mengapa Penderita BPD Sering Bermasalah dalam Hubungan Asmara?

Health
6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

6 Jenis Makanan Untuk Turunkan Kadar Kolesterol Jahat

Health
Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Minum Kopi Kok Bikin Kebelet BAB?

Health
Cara Mengatasi Eksim di Penis

Cara Mengatasi Eksim di Penis

Health
Penebalan Dinding Rahim

Penebalan Dinding Rahim

Penyakit
6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Kram Perut saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

5 Minuman Pelega Sakit Tenggorokan dan Jaga Daya Tahan Tubuh

Health
Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Benarkah Ibu Menyusui Tak Boleh Konsumsi Makanan Pedas?

Health
Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Sindrom Zollinger-Ellison (ZES)

Penyakit
Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Benarkah Susu Sapi Ampuh Redakan Gejala Heartburn?

Health
Limfangitis

Limfangitis

Penyakit
Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Terlihat Sama, Ini Beda Depresi dan PTSD

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.