Kompas.com - 01/10/2014, 08:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak semua pasangan suami istri mudah mendapatkan keturunan karena mengalami ketidaksuburan atau infertilitas. Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan mengikuti program kesuburan. Sayangnya, biaya untuk program tersebut cukup besar.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah berencana memberikan bantuan pelayanan reproduksi. "Kita berupaya memberi kesempatan mempunyai keturunan bagi pasangan yang kurang beruntung dengan memberikan bantuan pelayanan reproduksi," kata Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti dalam acara memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia di Jakarta, Selasa (30/9/2014).

Menurut Ali, memang seharusnya bantuan tak hanya diberikan kepada pasangan suami istri yang ingin mencegah kehamilan atau menerapkan keluarga berencana dengan pemberian alat kontrasepsi. Tetapi juga kepada pasangan yang ingin memiliki keturunan.

Namun, Ali belum dapat memaparkan bentuk bantuan yang dimaksud, termasuk apakah akan ditanggung dalam Jaminan Kesehatan Nasional. Menurut dia, hal itu nantinya akan diatur lebih lanjut dalam Permenkes mengenai kesehatan reproduksi.

"Agar pelayanan reproduksi dengan bantuan atau kehamilan di luar cara alamiah ini dilaksanakan sesuai dengan tujuannya, maka dalam pelaksanaan harus ada aturan yang memayungi," terang dia.

Ali mengatakan, Permenkes dibuat untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera dan berkualitas. Untuk diketahui, dalam Perturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 61 tahun 2014 telah diatur mengenai kesehatan reproduksi. PP tersebut mengatur tentang pelayanan kesehatan ibu yang meliputi pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan.

Kemudian diatur juga penyelenggaraan pelayanan kontrasepsi, pelayanan kesehatan seksual, indikasi kedaruratan medis dan perkosaan sebagai pengecualian atas larangan arbosi, serta reproduksi dengan bantuan atau kehamilan di luar cara alamiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.