Kompas.com - 13/10/2014, 15:06 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


KOMPAS.com
 — Oktober merupakan bulan untuk memperingati penyakit kanker payudara. Penyakit ini paling banyak diderita oleh wanita dan merupakan penyakit mematikan nomor dua bagi wanita. Tak heran jika kanker payudara diperingati dengan simbol warna pink atau merah jambu, yang memberikan kesan feminin.

Seluruh dunia, termasuk di Indonesia, menggelar berbagai kegiatan untuk menunjukkan kepedulian terhadap kanker payudara. Bahkan, ada yang menyebut 13 Oktober sebagai gerakan No Bra Day atau Hari Tanpa Bra untuk mendukung kepedulian tersebut. No Bra Day dengan tanda pagar (tagar) #NoBraDay ini pun menjadi trending topic dunia di media sosial Twitter dan menuai kontroversi.

Banyak netizen di Indonesia yang tidak setuju dengan gerakan ini menyatakan, tidak ada kaitan antara bra dan kanker payudara. Selain itu, gerakan No Bra Day juga dinilai tidak sesuai dengan budaya Timur yang berbeda dengan budaya Barat.

"No association found between wearing a bra and breast cancer #nobraday," tulis akun Twitter @sipietz.

Sementara itu, akun @StandUpIndoPWR menuliskan, "INFO : Sebuah perusahaan farmasi terkemuka asal Inggris, Zeneca, yang menggagas program the National Breast Cancer Awareness. #NoBraDay".

"INFO : Di program ini mereka mempromosikan penggunaan mammografi sebagai instrumen ampuh untuk menanggulangi kanker payudara. #NoBraDay," lanjut akun @StandUpIndoPWR.

Lantas apakah memang penggunaan bra dapat memengaruhi risiko kanker payudara? Perdebatan ini juga masih berlangsung. Namun, sejauh ini, belum ada bukti mengenai penelitian yang menyatakan bahwa penggunaan bra berkaitan dengan kanker payudara. Studi terbaru menunjukkan bahwa pemakaian bra tidak memicu kanker.

Penelitian tersebut melibatkan 1.500 wanita yang sudah dalam masa pasca-menopause. Ternyata, tidak ada perbedaan risiko kanker payudara, baik bagi mereka yang menggunakan bra, maupun tidak.

Dalam asumsi sebelumnya, peneliti menganggap bra yang ketat, terutama jenis yang menggunakan kawat, dapat menghalangi proses pembuangan limbah tubuh melalui kelenjar limfa. Akibatnya, pembuangan toksin menjadi terganggu dan membuat paparan zat kimia karsinogenik semakin banyak.

Rumor mengenai kaitan kanker payudara dan penggunaan bra ini bermula dari munculnya buku Dressed to Kill. Dalam buku itu dituliskan bahwa menggunakan bra yang cukup ketat berisiko terhadap kanker payudara.

Halaman:
Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.