Ketika Menkes Era Habibie Mengantar Menkes Era Jokowi ke Istana

Kompas.com - 27/10/2014, 12:22 WIB
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA TRIBUN NEWS / DANY PERMANAMenteri Kesehatan Nila F Moeloek, diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). TRIBUN NEWS / DANY PERMANA
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Karangan bunga berjajar di kediaman Nila Djuwita Moeloek, Kompleks Patra Jasa, Kuningan, Jakarta. Karangan bunga itu merupakan ucapan selamat untuk Nila yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Kesehatan periode 2014-2019.

Ucapan selamat itu diantaranya datang dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI Pusat), Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, dan Departemen Obgin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM.

Sekitar pukul 10.45 WIB, Nila yang mengenakan baju batik pun bersiap bertolak ke Istana negara dari kediamannya itu. Siang ini, Nila dilantik sebagai Menteri Kesehatan oleh Jokowi. Nila ditemani oleh sang suami Farid Anfasa Moeloek yang tak lain adalah Menteri Kesehatan era Presiden BJ Habibie.

"Ya, diantar bapak. Terima kasih, ya," kata Nila singkat saat ditemui Kompas.com dikediamannya.

Nila tampak terburu-buru karena pelantikan dijadwalkan pukul 11.00 WIB. Farid juga terlihat mengenakan batik cokelat. Namun ia hanya tersenyum dan bergegas memasuki mobil. Keduanya menuju istana menaiki mobil dinas Camry hitam B 1974 RFS dan dikawal polisi.

Dian Maharani Karangan bunga berjajar di kediaman Nila Djuwita Moeloek, Kompleks Patra Jasa, Kuningan, Jakarta, Senin (27/10/2014). Karangan bunga itu merupakan ucapan selamat untuk Nila yang ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Kesehatan periode 2014-2019.

Nila memang memiliki pengalaman yang cukup di bidang kesehatan. Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Nila nyaris mendapat posisi Menteri Kesehatan periode 2009-2014. Saat itu, Nila sudah mengikuti seleksi menteri, bahkan tes kesehatan. Namun, ia batal dilantik dan SBY akhirnya memilih Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai menteri kesehatan saat itu.

Guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini sekarang menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2009-2014.

Problem universal yang ingin ditanggulangi oleh program MDGs ini adalah kemiskinan absolut, belum terjangkaunya pendidikan, masih tingginya angka kematian ibu melahirkan, rendahnya kesehatan anak, kesenjangan jender, penyebaran HIV/AIDS dan penyakit menular lain, kerusakan lingkungan, serta penggalangan kemitraan global.

Sebelumnya Nila mengatakan, akan lebih mengedepankan promosi dan pencegahan penyakit dalam program-program kementrian kesehatan. Nila mengaku akan segera menyusun program-program kementerian kesehatan setelah dilantik.

"Kita lihat program Pak Jokowi. Tapi kalau dari kampanye kita lihat beliau ingin kartu Indonesia Sehat dan paradigma sehat yang beliau selalu sebut," kata Nila.

Setelah dilantik, para menteri akan mendapat arahan langsung dari Jokowi. Para menteri pun diharapkan dapat langsung bekerja, seusai pelantikan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X