Kompas.com - 12/01/2015, 14:15 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Mereka yang optimistis dalam memandang hidup ternyata memiliki kesehatan kardiovaskular jauh lebih baik daripada mereka yang pesimistis. Demikian hasil studi baru yang mengaitkan antara sikap optimistis dan kesehatan jantung pada lebih dari 5.100 orang dewasa.

”Individu dengan level optimistis tertinggi berpeluang dua kali lebih tinggi memiliki kondisi kesehatan kardiovaskular ideal daripada rekan-rekannya yang lebih pesimistis dalam hidup,” kata Rosalba Hernandez, profesor bidang kerja sosial pada Universitas Illinois, Amerika Serikat, Jumat (9/1). Keterkaitan itu amat signifikan meski bergantung pada karakteristik sosio-demografi dan masalah kesehatan mental.

Dalam riset itu, kondisi kesehatan kardiovaskular partisipan diukur dengan menggunakan tujuh indikator; tekanan darah, indeks massa tubuh, kadar gula darah puasa dan level kolesterol serum, pola makan, aktivitas fisik, serta konsumsi tembakau— indikator sama digunakan Asosiasi Jantung Amerika (AHA) untuk mengukur kesehatan jantung dan menjadikannya sebagai kampanye publik.

Berdasarkan kriteria kesehatan jantung AHA, para peneliti mengalokasikan poin 0, 1, atau 2—merepresentasikan skor ideal, menengah, dan kurang—kepada partisipan pada masing- masing dari tujuh indikator kesehatan. Itu terkait pencapaian skor total kesehatan kardiovaskular. Total skor atau nilai kesehatan partisipan 0-14 dengan total skor lebih tinggi menunjukkan kesehatan lebih baik.

Partisipan, yang berusia 45-84 tahun, juga melengkapi survei yang menilai kesehatan mental mereka, level optimistis, dan kesehatan mental, berdasarkan diagnosis medis yang dilaporkan sendiri, seperti arthritis, penyakit hati, dan ginjal.

Skor total kesehatan individual itu meningkat bersamaan dengan level optimisme mereka. Mereka yang paling optimistis memiliki nilai total kesehatan 50-76 persen atau pada level menengah dan ideal.

Keterkaitan antara sikap optimistis dan kesehatan kardiovaskular lebih kuat saat karakteristik sosio-demografi, seperti usia, ras, etnik, penghasilan, dan status pendidikan, memengaruhi. Orang paling optimistis berpeluang dua kali memiliki kesehatan kardiovaskular ideal dan 55 persen lebih tinggi memiliki nilai total kesehatan di level menengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka yang optimistis juga cenderung memiliki kadar gula darah dan level kolesterol lebih baik daripada rekan-rekannya. Mereka cenderung aktif secara fisik, memiliki indeks massa tubuh lebih sehat, dan tak merokok. Hal itu dipaparkan dalam riset yang dipublikasikan di Health Behavior and Policy Review edisi Januari/Februari 2015.

Di level populasi, perbaikan kesehatan kardiovaskular bisa menekan angka kematian. Menurut Hernandez dan tim, itu bukti intervensi bioperilaku bisa mencegah penyakit kardiovaskular lewat modifikasi psikologi, seperti membangun sikap optimistis. (SCIENCEDAILY/EVY)

 


Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

12 Tanda Awal Kehamilan, Tak Melulu Menstruasi Terlambat

Health
Perut Buncit

Perut Buncit

Penyakit
Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Ini Alasan Usia Kehamilan Bisa Lebih Tua dari Usia Pernikahan?

Health
Kulit Belang

Kulit Belang

Penyakit
10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

10 Cara Mengobati Penyakit Perlemakan Hati Secara Alami

Health
Betis Bengkak

Betis Bengkak

Penyakit
Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Kapan Sebaiknya Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Saat Merencanakan Kehamilan?

Health
Pusar Sakit

Pusar Sakit

Penyakit
9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

9 Cara Mudah Cegah Jet Lag

Health
Jari Kaki Bengkak

Jari Kaki Bengkak

Penyakit
Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Jarang Diketahui, Inilah 4 Manfaat Daun Murbei bagi Kesehatan

Health
Perut Bunyi

Perut Bunyi

Penyakit
IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

IDAI Minta Pengawasan dan Evaluasi Sekolah Tatap Muka Dioptimalkan

Health
Kejang Demam

Kejang Demam

Penyakit
9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

9 Makanan yang Baik untuk Perkembangan Otak Anak

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.