Kompas.com - 16/01/2015, 11:00 WIB
Aplikasi pesan instan Path Talk PathAplikasi pesan instan Path Talk
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Jujur saja, mungkin kita sering kesal karena hasil cake yang Anda buat tak secantik foto yang diposting teman di blog, atau status Facebook Anda tak selalu mendapat banyak "like".  Tapi, sebenarnya media sosial memiliki banyak manfaat positif bagi kita.

Media sosial memang telah mengubah cara kita berkomunikasi. Sekarang kita bisa dengan mudah dan murah berkomunikasi dengan siapa saja: keluarga yang jauh, teman satu sekolah yang bertahun-tahun tak bertemu, hingga dengan selebriti idola dan pejabat publik.

Sebuah survei yang dilakukan pada 1.800 orang mengungkapkan, wanita yang rutin menggunakan media sosial dan juga teknologi lain untuk terhubung dengan teman dan keluarganya ternyata lebih jarang stres.

Hasil survei itu seolah meredupkan anggapan negatif yang selama ini terlanjur melekat dengan media sosial. Beberapa studi yang lalu memang mengaitkan kebiasaan memakai media sosial dengan perilaku narsistik, perselingkuhan, hingga rasa depresi karena kita melihat kehidupan orang lain lebih menyenangkan.

Lewat berbagai saluran media sosial, kita bukan hanya mengetahui kabar-kabar bahagia dan humor yang beredar, tapi terkadang juga kabar tak menyenangkan dari teman. Misalnya saja, ada teman yang kehilangan anak atau pasangannya, anggota keluarga yang bercerai, atau mantan teman sekantor yang dipecat dari kantornya.

"Saat kita mengetahui kemalangan yang sedang dialami teman atau keluarga, hal itu juga bisa menambahkan stres pada diri kita. Stres memang bisa menular," kata Keith Hampton, kandidat profesor komunikasi dan peneliti yang melakukan survei ini.

Media sosial dan teknologi digital lainnya memang didesain untuk membuat orang dengan cepat mengetahui apa yang terjadi pada hidup orang lain, bukan hanya kabar yang membahagiakan tapi juga kesedihan. Itu sebabnya kita juga bisa merasa ikut stres atau sedih.

"Wanita sebenarnya lebih peka pada situasi yang dihadapi orang lain, ini membuat mereka lebih rentan mengalami stres yang menular tadi," kata Hampton.

Teknologi memang bagaikan dua sisi mata uang. Tinggal bagaimana kita secara bijak menyikapinya dan memanfaatkan media sosial untuk melakukan gerakan sosial. Salah satu contohnya adalah gerakan pengumpulan dana untuk membantu bayi yang sedang menghadapi penyakit langka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
Gagal Ginjal

Gagal Ginjal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.