Kompas.com - 04/03/2015, 10:36 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Gigi berlubang yang menyebabkan gigi sakit merupakan salah satu penyebab anak absen sekolah. Kondisi ini juga memengaruhi prestasi belajar mereka.

Penelitian terbaru yang dilakukan pasta gigi Pepsodent bersama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia selama 2 bulan pada 984 anak di 3 SD Bekasi menemukan bahwa anak-anak dari kelompok umur 6-7 tahun yang memiliki lubang pada gigi tetap mereka, memperlihatkan jumlah hari absen selama 3 hari.  Sementara yang tidak memiliki gigi berlubang hanya 2 hari absen.

Hal serupa juga ditemukan di negara-negara lain. Misalnya saja di Srilanka, tahun 2005 diketahui 53 persen anak usia 6 tahun pernah mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulutnya. Sementara di Filipina, sakit gigi jadi alasan umum ketidakhadiran anak di sekolah. Sedangkan di negara maju seperti Amerika Serikat, diketahui lebih dari 51 juta jam sekolah hilang setiap tahunnya karena gangguan gigi.

“Kondisi kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik terbukti sangat berpengaruh pada ketidakhadiran atau absensi anak di sekolah. Jika hal ini terus terjadi maka akan mempengaruhi prestasi belajar anak di kemudian hari," kata drg. Ratu Mirah Afifah, dalam acara “Pepsodent Ungkap Fakta” di Hotel Mulia, Jakarta (25/02/2015).

Untuk itu perlu dilakukan intervensi pada orangtua dan guru agar kesehatan gigi anak dapat selalu dijaga. “Kami memberikan intervensi selama 8 minggu, yang terdiri dari pelatihan kader kesehatan gigi bagi para guru dan melakukan pemeriksaan klinis secara rutin,” lanjutnya.

Peran yang kuat dari pihak sekolah dan orangtua terbukti mampu memberikan hasil dan perubahan yang baik bagi kondisi kesehatan gigi anak.  “Setelah intervensi yang diberikan, terlihat penurunan jumlah plak secara signifikan sebanyak 54 persen pada kelompok umur 6-7 tahun dan 66 persen pada kelompok umur 10-11 tahun”, tambah Ratu.

Edukasi akan kesehatan gigi pada anak-anak harus dilakukan sedini mungkin, terutama untuk meningkatkan kebersihan rongga mulut dari plak yang dapat menyebabkan masalah pada gigi dalam jangka panjang. (Monica Erisanti)


 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.