Kompas.com - 04/03/2015, 10:36 WIB
Ilustrasi: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia memandu siswa sekolah tentang menggosok gigi yang benar saat peluncuran gerakan 21 Hari Tari dan Sikat Gigi di SD Negeri Buaran 1 dan 2, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (11/3/2012).  Kompas/Heru Sri Kumoro (KUM)Ilustrasi: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia memandu siswa sekolah tentang menggosok gigi yang benar saat peluncuran gerakan 21 Hari Tari dan Sikat Gigi di SD Negeri Buaran 1 dan 2, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (11/3/2012).
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Gigi berlubang yang menyebabkan gigi sakit merupakan salah satu penyebab anak absen sekolah. Kondisi ini juga memengaruhi prestasi belajar mereka.

Penelitian terbaru yang dilakukan pasta gigi Pepsodent bersama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia selama 2 bulan pada 984 anak di 3 SD Bekasi menemukan bahwa anak-anak dari kelompok umur 6-7 tahun yang memiliki lubang pada gigi tetap mereka, memperlihatkan jumlah hari absen selama 3 hari.  Sementara yang tidak memiliki gigi berlubang hanya 2 hari absen.

Hal serupa juga ditemukan di negara-negara lain. Misalnya saja di Srilanka, tahun 2005 diketahui 53 persen anak usia 6 tahun pernah mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulutnya. Sementara di Filipina, sakit gigi jadi alasan umum ketidakhadiran anak di sekolah. Sedangkan di negara maju seperti Amerika Serikat, diketahui lebih dari 51 juta jam sekolah hilang setiap tahunnya karena gangguan gigi.

“Kondisi kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik terbukti sangat berpengaruh pada ketidakhadiran atau absensi anak di sekolah. Jika hal ini terus terjadi maka akan mempengaruhi prestasi belajar anak di kemudian hari," kata drg. Ratu Mirah Afifah, dalam acara “Pepsodent Ungkap Fakta” di Hotel Mulia, Jakarta (25/02/2015).

Untuk itu perlu dilakukan intervensi pada orangtua dan guru agar kesehatan gigi anak dapat selalu dijaga. “Kami memberikan intervensi selama 8 minggu, yang terdiri dari pelatihan kader kesehatan gigi bagi para guru dan melakukan pemeriksaan klinis secara rutin,” lanjutnya.

Peran yang kuat dari pihak sekolah dan orangtua terbukti mampu memberikan hasil dan perubahan yang baik bagi kondisi kesehatan gigi anak.  “Setelah intervensi yang diberikan, terlihat penurunan jumlah plak secara signifikan sebanyak 54 persen pada kelompok umur 6-7 tahun dan 66 persen pada kelompok umur 10-11 tahun”, tambah Ratu.

Edukasi akan kesehatan gigi pada anak-anak harus dilakukan sedini mungkin, terutama untuk meningkatkan kebersihan rongga mulut dari plak yang dapat menyebabkan masalah pada gigi dalam jangka panjang. (Monica Erisanti)


 Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atresia Ani

Atresia Ani

Penyakit
5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

5 Gejala Kista Ginjal yang Perlu Diketahui

Health
Sindrom Cushing

Sindrom Cushing

Penyakit
7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

7 Cara Mengatasi Kulit Tangan Kering

Health
5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

5 Cara Sederhana Hilangkan Kulit Kapalan

Health
4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

4 Pertolongan Pertama Saat Asam Lambung Naik

Health
Penyakit Paru Interstisial

Penyakit Paru Interstisial

Penyakit
Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Tanda-tanda Awal Gangguan Bipolar pada Remaja

Health
Meningioma

Meningioma

Penyakit
Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Tips Saat Gula Darah Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah

Health
12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

12 Penyebab Kram Perut setelah Berhubungan Seks dan Cara Mengatasinya

Health
Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Kenapa Badan Demam setelah Suntik Vaksin?

Health
Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Cara Akses Layanan Telemedisin Kemenkes RI untuk Pasien Isoman

Health
Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Tips ala Rumahan untuk Hilangkan Kutu Rambut

Health
Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Pahami, Begini Cara Mengecek Gula Darah untuk Kontrol Gejala Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.