Kompas.com - 27/03/2015, 13:55 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com — Bagi Anda yang tinggal di perkotaan, seperti di Jakarta, polusi udara mungkin tak dapat dihindari. Polusi udara sebagian besar berasal dari asap kendaraan yang berlalu lintas dan emisi pabrik.

Masalah polusi udara perlu menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu kesehatan manusia. Sudah banyak studi yang mengaitkan polusi udara dengan peningkatan penyakit tidak menular.

Berdasarkan sebuah studi terbaru yang dilakukan peneliti di Inggris, orang yang sering terpapar polusi udara memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit stroke.

Hasil penelitian menunjukkan hubungan risiko penyakit dengan paparan jangka pendek dari karbon monoksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan partikel padat lainnya. Studi ini menunjukkan kematian akibat stroke yang meningkat di suatu rumah sakit dalam waktu satu minggu.

Penelitian lain di Amerika Serikat juga menunjukkan adanya hubungan antara kecemasan seseorang dan paparan polusi udara.

Penelitian menunjukkan adanya efek samping dari paparan partikulat meter (PM) 2,5 atau partikel kecil sebesar 2,5 mikrometer atau berukuran 30 kali lebih kecil dari ketebalan rambut manusia.

Peneliti juga melihat hubungan antara paparan PM10 dan polutan lainnya terhadap peningkatan risiko kematian akibat stroke. Stroke merupakan penyebab 40.000 kematian di Inggris setiap tahunnya.

Sementara itu, dokter Anoop Shah, dari pusat ilmu kardiovaskular di Edinburgh University, mengatakan bahwa paparan polusi udara dalam jangka panjang dapat mengganggu kesehatan paru-paru, jantung, dan peredaran darah. Partikel mikroskopis telah terbukti menyebabkan kerusakan paru-paru dan pembekuan pembuluh darah.

"Kami berharap temuan ini lebih menonjolkan efek buruk polusi bagi kesehatan, dan kebijakan akan diberlakukan untuk mengurangi polusi udara," kata dia.

Polusi udara diperkirakan berkontribusi terhadap kematian 29.000 orang setiap tahunnya di Inggris. Sebanyak 16 kota di Inggris, seperti London, Manchester, Glasgow, Sheffield, dan Birmingham, termasuk kota yang gagal mencapai target kualitas udara Uni Eropa sejak tahun 2011.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Dailymail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.