Kompas.com - 08/04/2015, 09:57 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com -
Alzheimer merupakan penyakit yang menyebabkan penurunan daya ingat dan kemampuan mental. Hingga saat ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan Alzheimer. Obat hanya membantu memperlambat Alzheimer menjadi lebih parah.
 
Sayangnya, penyakit yang umumnya diderita lansia ini sering kali tidak terdeteksi sejak dini. Padahal, jika cepat terdeteksi, dapat memperlambat kerusakan otak.
 
Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Eka Viora mengatakan, beberapa puskesmas sebenarnya bisa melakukan deteksi dini Alzheimer.
 
"Puskesmas mampu melakukan deteksi dini. Itu mudah, pakai kuisioner saja. Bisa diketahui, ini bukan sekedar lupa biasa," kata Eka dalam diskusi di Jakarta, Selasa (7/4/2015).
 
Eka mengatakan, seluruh puskesmas diberikan kompetensi untuk mendiagnosis 155 penyakit, termasuk Alzheimer. 
 
Namun, Alzheimer sendiri memang belum banyak diketahui. Banyak orang yang menganggap pikun adalah suatu hal yang lumrah terjadi pada lansia. Padahal, pikun dapat menjadi tanda awal Alzheimer.  Lebih lanjut, Eka mengatakan bahwa puskesmas pun seharusnya ramah lansia.
 
"Puskesmas yang ramah lansia itu misalnya lansia kalau datang berobat tidak boleh di lantai dua, toilet khusus lansia harus ada. Jadi tidak tidak hanya pada pelayanan penyakitnya, tapi pada sarana dan psarana, fasilitasnya," terang Eka.
 
Eka menjelaskan, saat ini baru ada 528 puskesmas "Santun Lansia" yang tersebar di 231 Kabupaten/Kota di Indonesia dari total sekitar 9000 puskesmas. "Paling banyak ada di Yogyakarta. Kita ingin ini diperbanyak," katanya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.