Kompas.com - 13/05/2015, 15:10 WIB
EditorLusia Kus Anna

BOGOR, KOMPAS — Bahan pangan utuh atau hanya mendapat pemrosesan minimal bisa menurunkan risiko terkena aneka penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, hingga kanker. Itu lantaran kandungan zat gizi pangan utuh masih lengkap, tak seperti pangan hasil pemurnian yang jadi tinggi gula.

"Sejak 1997, WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menyatakan, kanker bisa dicegah sehingga semua negara mesti mengingatkan rakyat agar berhati-hati," kata Guru Besar Ilmu Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor Fransiska Rungkat Zakaria, Senin (11/5), di Bogor, Jawa Barat. Salah satu cara pencegahan utama ialah diet sehat dan aktivitas fisik.

Jika masyarakat mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rutin beraktivitas fisik, penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung bisa dicegah. Menurut WHO, diet sehat dan rutin berolahraga menurunkan risiko kanker 35 persen, penyakit jantung 80 persen, dan diabetes 90 persen.

"Jadi, dari 100 penyandang diabetes, 90 orang tak kena penyakit itu jika diet sehat dan beraktivitas fisik," ujarnya.

Diet sehat tersebut terutama konsumsi pangan nabati, utuh, dan sealami mungkin. Pangan utuh ialah pangan yang tidak atau sedikit mengalami penghilangan bagian yang bisa dimakan, misalnya pemurnian, penyosohan, pengupasan kulit ari, ekstraksi, ataupun isolasi.

Untuk itu, masyarakat dianjurkan memilih pangan utuh dibandingkan pangan hasil pemrosesan. Contohnya, memilih beras coklat (diliputi bekatul) daripada beras putih, jagung daripada tepung maizena, dan ubi kayu dibandingkan tepung tapioka. Pangan hasil ekstraksi punya indeks glikemik lebih tinggi sehingga cepat dicerna dan diserap, tetapi kadar gula darah cepat naik.

Kepala Subdirektorat Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Lily Banonah Rivai menyatakan, Indonesia memiliki Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013. Aturan itu memuat pencantuman informasi kandungan gula, garam, dan lemak, serta pesan kesehatan pada pangan olahan dan siap saji. (JOG)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

7 Gejala Kanker Usus dan Penyebabnya

Health
6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

6 Faktor Risiko Kanker Ovarium

Health
5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

5 Masalah Payudara Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya

Health
Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Panduan Singkat untuk Perawatan Bayi Baru Lahir

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

6 Cara Mencegah Kanker Usus yang Penting Dilakukan

Health
8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

8 Penyebab BAB Keras dan Cara Mengatasinya

Health
Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Apakah Mata Belekan pada Bayi Normal?

Health
Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Kanker Payudara Stadium 1, Apa Bisa Sembuh?

Health
9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

9 Herbal Penghilang Rasa Sakit Alami

Health
10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

10 Cara Mengobati Ambeien Secara Alami

Health
Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Health
Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Perbedaan Kanker Ovarium dan Kanker Serviks

Health
Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Persiapan sampai Perawatan Pasca-operasi Gigi Bungsu

Health
11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

11 Penyebab Hipertensi dalam Kehamilan dan Cara Menurunkannya

Health
Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Kenali Apa itu Cacar Monyet, Asal-usul, dan Gejalanya

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.