Kompas.com - 14/05/2015, 15:05 WIB
Ilustrasi aromaterapi ShutterstockIlustrasi aromaterapi
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Kehamilan adalah saat-saat yang menakjubkan bagi para ibu. Namun, tak jarang, kondisi kehamilan membuat ibu kelelahan bahkan stres. Dalam kondisi seperti ini, ibu hamil bisa memanfaatkan aromaterapi agar kembali segar. Pasalnya, aromaterapi memiliki manfaat beragam, mulai dari mengurangi rasa mual, membuat ibu merasa lebih rileks, meminimalisir insomnia, hingga memberi rasa nyaman.

Sejak ribuan tahun lalu, aromaterapi telah digunakan bangsa Mesir Kuno, Yunani, Tiongkok, India, dan Romawi untuk meringankan rasa sakit dari berbagai penyakit, serta menimbulkan rasa rileks. Untuk penggunaannya, minyak esensial umumnya diencerkan terlebih dulu dengan minyak nabati, dioleskan ke tubuh sebelum pijat, diteteskan secukupnya ke dalam bath tub berisi air hangat, atau dituang beberapa tetes di alat uap, sehingga aromanya bisa tersebar untuk kemudian dihirup.

Sedangkan, di Amerika Serikat, penggunaan aromaterapi saat hamil masih menjadi perdebatan, meski para ahli di National Association for Holistic Aromatherapy (NAHA) melaporkan bahwa penggunaan aromaterapi sepanjang kehamilan, tidak pernah menimbulkan bayi lahir cacat maupun keguguran.

Meski begitu, ada baiknya, tetap berhati-hati. Agar lebih aman, hindari menggunakan aromaterapi  selama trimester pertama kehamilan. Pasalnya, di masa ini, kondisi janin masih sangat lemah.

Untuk penggunaan aromaterapi di trimester kedua, cobalah berkonsultasi dengan dokter kandungan lebih dulu. Apakah kandungan ibu dalam kondisi sehat dan aman menggunakan aromaterapi.

Hindari mengoleskan minyak aromaterapi langsung ke tubuh ibu, lebih baik tuang di tungku kecil untuk dihirup aromanya. Itupun penggunaannya tak boleh terus-menerus dalam waktu lama, misalnya setiap hari selama hamil. Dan jangan biarkan tungku menyala lebih dari 15 menit per jam. Perhatikan juga, apakah ventilasi ruangan tempat Anda rileksasi cukup baik? Jangan sampai, aroma terjebak di dalam ruangan dan justru membuat Anda pusing.

Meski aromaterapi terbilang aman untuk ibu hamil, ada bebebrapa aroma yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Pasalnya, aroma-aroma tersebut dapat memicu kontraksi, diantaranya rosemary, juniper, thyme, oregano, peppermint, basil, clary sage. Karena itu, sebelum menggunakannya Anda perlu memperhatikan jenis aroma yang tercantum pada label, agar tak berefek buruk bagi kehamilan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.