Kompas.com - 15/05/2015, 12:30 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna
JAKARTA, KOMPAS.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan otak manusia. Hal ini bisa berakibat fatal, seperti stroke, gangguan kognitif, hingga demensia atau pikun.

Dokter Spesialis Saraf Yuda Turana menjelaskan, banyak proses yang bisa terjadi ketika tekanan darah tinggi menyerang otak.

"Ketika tekanan darah tinggi, pembuluh darah bisa pecah kemudian perdarahan ke otak. Oksigen jadi kurang di otak," terang Yuda dalam diskusi yang digelar Indonesian Society of Hypertension di Jakarta, Rabu (13/5/2015

Yuda melanjutkan, hipertensi yang cukup lama juga bisa menyebabkan lapisan dalam pembuluh darah perlahan menipis. Hal ini dapat membentuk endapan di otak yang makin lama menebal. "Bisa juga membuat hipokampus (bagian otak besar) mengecil," lanjutnya.

Sayangnya, hipertensi biasanya tidak menimbulkan gejala sehingga orang tidak menyadarinya dan cerndung mengabaikan. Jika gejala sudah muncul, maka telah terjadi kerusakan pada otak. Untuk itu, menurut Yuda, tekanan darah harus diperhatikan sejak usia muda.

"Apa yang terjadi pada usia 80an, dipengaruhi saat waktu muda. Mereka yang saat mudanya menderita hipertensi tidak terkontrol, saat usia lanjut akan berisiko memiliki otak pikun," kata Yuda.

Itu sebabnya kita perlu melakukan pengecakan tekanan darah secara rutin, apalagi jika memiliki riwayat keluarga menderita hipertensi. Sebenarnya, hipertensi pun dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Myelofibrosis
Myelofibrosis
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

4 Tips Makan Untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Health
Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Alami Keringat Dingin? Kenali 7 Penyebabnya

Health
Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Pahami, Kaitan Pola Makan dengan Risiko Diabetes Tipe 2

Health
8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

8 Penyebab Memar Tanpa Sebab Jelas, Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

10 Obat Batuk Berdahak Alami ala Rumahan

Health
5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

5 Cara Mengatasi Kram Perut saat Hamil

Health
4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

4 Cara Mencegah Diabetes Gestasional untuk Ibu Hamil

Health
Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Manfaat Makan Kacang Tanah untuk Penderita Diabetes

Health
Cacat Septum Ventrikel

Cacat Septum Ventrikel

Penyakit
Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Makanan yang Harus Dihindari setelah Alami Keracunan Makanan

Health
Limfoma Sel Mantel

Limfoma Sel Mantel

Penyakit
Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Cara Hilangkan Kutu Rambut dengan Minyak Kelapa

Health
Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Pahami Pemicu dan Cara Mencegah Selulit

Health
Hidradenitis Supurativa

Hidradenitis Supurativa

Penyakit
Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Susu Almond vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.