Kompas.com - 19/05/2015, 11:45 WIB
Ilustrasi INSTANT.LYIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com – Ada baiknya berpikir dua kali untuk membiasakan anak mengonsumsi berbagai makanan asin. Sebuah studi terbaru menemukan, konsumsi garam yang cukup tinggi pada anak-anak bisa memperlambat masa pubertas.

Menurut penelitian yang dipersentasikan dalam Kongres Endokrinologi Eropa di Dublin ini, keterlambatan masa pubertas, dapat menurunkan kesehatan reproduksi atau tingkat kesuburan saat dewasa. Studi ini dilakukan menggunakan tikus percobaan.

Tak dipungkiri, garam memang memberikan sensasi rasa yang lebih gurih dan lezat pada makanan. Namun, para peneliti dari University of Wyoming, Amerika Serikat yang dipimpin oleh Dori Pitynski menemukan, bahwa mereka yang diberi konsumsi garam tinggi, yaitu setara dengan tiga kali konsumsi garam yang dianjurkan untuk manusia, mengalami penundaan masa pubertas dibandingkan dengan mereka yang diberi konsumsi rendah garam.

Keterlambatan masa pubertas pun terjadi secara signifikan. Peneliti juga kembali melihat pengaruh lemak tinggi terhadap masa pubertas.

"Penelitian kami menyoroti untuk pertama kalinya, bahwa kandungan garam memiliki efek yang lebih signifikan pada kesehatan reproduksi daripada kandungan lemak," kata peneliti.

Peneliti menyarankan untuk membatasi asupan garam sejak anak-anak, tetapi jangan sampai mengalami kekurangan. Sodium atau natrium alami dapat ditemukan pada susu, krim dan telur. Garam banyak ditemukan dalam jumlah tinggi pada makanan olahan seperti roti, makanan ringan, hingga kecap.

Organisasi Kesehatan Dunia  atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan asupan garam hanya sebanyak 5 gram per hari untuk orang dewasa.  Bagi orang dewasa, konsumsi garam yang tinggi juga berdampak buruk bagi kesehatan, seperti menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dapat meningkatkan risiko penyakit stroke dan jantung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Retinoblastoma
Retinoblastoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Neuritis Optik

Neuritis Optik

Penyakit
7 Manfaat Pilates untuk Lansia

7 Manfaat Pilates untuk Lansia

Health
Sifilis

Sifilis

Penyakit
Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Bagaimana Kolesterol Tinggi Bisa Menyebabkan Serangan Jantung?

Health
Psikosis

Psikosis

Penyakit
4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nistagmus

Nistagmus

Penyakit
6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

6 Makanan Rendah Natrium untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Health
Tamponade Jantung

Tamponade Jantung

Penyakit
9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

9 Gejala Kekurangan Natrium yang Perlu Diwaspadi

Health
Intoleransi Laktosa

Intoleransi Laktosa

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

3 Manfaat Kesehatan Jahe yang Sayang Dilewatkan

Health
Cacar Monyet

Cacar Monyet

Penyakit
 4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

4 Cara Mengatasi Kelopak Mata Beda Sebelah yang Aman

Health
Buta Warna

Buta Warna

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.