Kompas.com - 20/05/2015, 16:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

Yogyakarta, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Pusat Dr.Sardjito Yogyakarta terus mengembangkan teknologi reproduksi bantuan melalui klinik bayi tabung Permata Hati. Sejak klinik tersebut didirikan pada tahun 1997 sampai akhir 2014 lalu sudah ada 200 bayi yang berhasil dilahirkan.

"Rumah sakit Dr.Sardjito termasuk rumah sakit pemerintah yang masih menjalankan program bayi tabung. Rumah sakit pemerintah lain ada yang berhenti, salah satunya karena faktor pembiayaan," kata dr.Syafak Hanung, Sp.A, Direktur Utama RSUP.Dr.Sardjito Yogyakarta, dalam acara temu media di Yogyakarta, Rabu (20/5/15).

Selain program bayi tabung, di rumah sakit yang telah mendapat akreditasi internasional sebagai rumah sakit pendidikan ini juga menyediakan layanan teknologi simpan embrio beku. Ini adalah teknik penyimpanan sejumlah embrio berlebihan dari hasil pembuahan bayi tabung melalui berbagai teknik.

Embrio-embrio yang tidak ditransfer ke rahim tersebut dapat disimpan dengan berbagai teknik pembekuan menggunakan cairan nitrogen beku untuk digunakan apabila diperlukan. "Jadi ada bayi yang sebenarnya kembar tapi dilahirkan beda tahun," kata Syafak.

Sementara itu untuk program bayi tabung tingkat keberhasilannya bisa mencapai 30 persen. "Itu untuk take home baby atau bayi yang lahir sehat dan dibawa pulang. Kalau untuk tingkat keberhasilan kehamilannya bisa sampai 35 persen," kata Diani Ayu Suraningtias M.Biomed, dari Laboratorium Sitogenetika Klinik Permata Hati.

Diani mengatakan, salah satu penyebab utama kegagalan program bayi tabung adalah kegagalan kromosom. Untuk itu sebelum dimulainya program, biasanya akan dilakukan screening awal berupa analisa kromosom pada pasangan suami istri. "Tetapi di klinik kami analisanya masih yang konvensional," katanya.

Program bayi tabung sendiri bisa memakan waktu sekitar 25 hari, mulai dari konseling sampai implan embrio ke rahim. Dianing mengatakan, usia pasien yang datang ke klinik Permata Hati rata-rata berusia 30-42 tahun. "Makin tua usia pasutri, makin rendah tingkat keberhasilannya," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Biaya untuk satu kali program bayi tabung di klinik tersebut berkisar antara Rp 50-60 juta rupiah. Menurut Dianing, biaya tersebut paling besar adalah untuk pemakaian obat-obatan hormonal untuk merangsang produksi sel telur.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Iskemia
Iskemia
PENYAKIT
Penis Bengkok
Penis Bengkok
PENYAKIT
Nyeri Ulu Hati
Nyeri Ulu Hati
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

8 Penyebab Blefaritis (Radang Kelopak Mata) yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.