Kompas.com - 18/06/2015, 16:28 WIB
Acara tantangan memasak Dapur Inovasi Philips di Jakarta (15/6/15). Kompas.com/Lusia Kus AnnaAcara tantangan memasak Dapur Inovasi Philips di Jakarta (15/6/15).
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Tidak pandai memasak seharusnya bukan alasan untuk tidak menjalani pola makan yang sehat. Dengan menyiapkan makanan sendiri di rumah bukan hanya kebersihannya lebih terjaga, kita juga bisa mengatur sendiri menu yang sehat.

Kemudahan dalam menyiapkan makanan di rumah semakin terasa dengan bumbu-bumbu siap saji dan alat-alat masak yang canggih dan praktis sehingga kita tak perlu repot di dapur. Kita pun bisa dengan mudah mengintip resep-resep masakan yang tersebar di internet.

Erik Van Houten, Head of Marketing Philips Consumer Lifestyle Indonesia, mengatakan perangkat dapur inovatif saat ini memang didesain untuk memproses makanan dalam waktu singkat dengan kandungan nutrisi tetap terjaga.

"Kekuatan makanan rumahan itu ada pada penggunaan bahan-bahan alami dan segar, ritual memasak dan kebersamaan," katanya disela acara Tantangan Memasak Dapur Inovasi Philips yang diadakan di Jakarta (15/6/15).

Menurut Chef Yuda Bustara, salah satu cara untuk mengurangi segala keribetan di dapur adalah dengan menerapkan perencanaan, persiapan, dan pemrosesan dalam memasak.

"Mulai dari perencanaan menu sehari-hari, berbelanja bahan makanan, menjaga dan menyimpannya, hingga memprosesnya dengan cara terbaik agar dapat menyajikan makanan dengan gizi yang baik," kata Yuda.

Dengan memasak sendiri kita juga memilih metode memasak dan mengganti bahan-bahan yang lebih sehat. Misalnya, memakai minyak yang lebih sehat untuk menumis, atau menggunakan alat masak untuk menggoreng tanpa minyak.

Berbagai penelitian mengungkap manfaat sehat dari memasak sendiri di rumah. Penelitian dari Monash University Australia tahun 2012 menyebut, orang yang memasak dan mengonsumsi makanan buatan rumah setidaknya lima kali dalam seminggu, mempunyai kesempatan 47 persen lebih banyak untuk hidup lama.

Sementara itu beberapa penelitian lain di Amerika secara konsisten menemukan bahwa kebiasaan makan di luar rumah terkait dengan obesitas dan proporsi lemak yang tinggi.

Anak-anak yang sering sarapan dan makan malam di rumah bersama orangtuanya juga cenderung memiliki badan yang lebih langsing.

Manfaat lain dari makan bersama di rumah adalah hubungan yang lebih kuat antara orangtua dan anak. Selain itu, remaja yang sering makan bersama di rumah juga lebih rendah kemungkinannya menggunakan alkohol dan narkoba. Makan malam bersama keluarga bisa jadi momen yang tepat bagi orangtua dan anak untuk lebih intens berkomunikasi.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X