Kompas.com - 22/06/2015, 18:15 WIB
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Stroke yang disebabkan oleh pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah ke otak bisa menyebabkan kelumpuhan pada anggota gerak, termasuk bagian wajah.

Kelumpuhan pada wajah juga bisa dialami oleh pasien Bell's palsy, trauma, cacat lahir, atau penyakit distrofi otot (penyusutan bagian otot).

Kontrol bibir yang terganggu akibat kelumpuhan wajah ini bisa menyebabkan pasien mengalami kesulitan menelan makanan dan minuman, sulit mengucapkan kata tertentu yang butuh bibir mengatup (seperti hurup "b" dan "p"), serta sulit menelan air liur.

Orang yang mengalami kelumpuhan wajah juga biasanya akan tak percaya diri dengan penampilannya.

Dalam penelitian yang dilakukan Dr.Kofi Boeahene, ahli bedah plastik rekonstruksi dan wajah, ia mencoba menyuntikkan bagian bibir yang lumpuh dengan asam hyaluronic. Zat tersebut biasanya dipakai dalam dunia kecantikan untuk mengurangi kerutan dan garis di wajah, membuat bibir tampak lebih penuh, serta mengurangi nyeri pada pasien radang sendi.

Boeahene melibatkan 22 pasien yang menderita kelumpuhan wajah di satu bagian mulut dan 3 pasien yang menderita distrofi otot yang tak bisa mengontrol kedua bagian mulut.

Perbaikan paling signifikan dialami oleh pasien distrofi otot, kekuatan bibir mereka meningkat sekitar 6-7 kali. Sementara itu pada pasien yang mengalami lumpuh pada satu bagian mulut, kekuatan bibir meningkat 1,4 kali dan 0,4 kali pada bagian tubuh yang tidak lumpuh.

Seluruh pasien menunjukkan peningkatan kemampuan berbicara dan makan serta minum tanpa tersembur. Sekarang ini juga sedang disiapkan penelitian pada 100 pasien.

Jika pasien yang melakukan uji coba ini mengalami perbaikan tanpa efek samping, mungkin akan dilakukan terapi jangka panjang, yakni mengambil lemak dari bagian tubuh lain lalu disuntikkan di sekitar mulut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber HEALTHDAY
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.