Kompas.com - 29/06/2015, 09:00 WIB
EditorBestari Kumala Dewi


KOMPAS.com
- Karena belum bisa berkomunikasi, tak jarang tanda dehidrasi pada bayi terlambat terdeteksi, sehingga bisa mengancam nyawanya. Apalagi, kandungan cairan pada tubuh bayi jauh lebih besar, yakni sekitar 80%, dibanding anak-anak (70%) dan orang dewasa (60%). 

Fungsi cairan pada tubuh bayi sama seperti pada orang dewasa, untuk menyerap zat gizi yang ada dalam darah, membantu proses pencernaan, menjaga temperatur tubuh, dan lain sebagainya. Karena itu, bila cairan tubuh berkurang tentu akan mengganggu proses metabolisme dalam tubuh.

Dehidrasi menyebabkan darah mengental, sehingga suplai oksigen ke otak berkurang, karena zat asam ini tidak bisa bergerak sendiri ke otak tanpa ada cairan tubuh. Bila kondisi ini terus berlanjut, bayi bisa mengalami syok lantas kejang. Tak hanya itu, dehidrasi pun bisa menyebabkan kegagalan fungsi organ, seperti gagal ginjal atau infeksi berat.

 

 Gejala dehidrasi pada bayi   

  • Reaksi bayi

Bila bayi tampak lemas, lesu, menangis lirih tidak berteriak, tidak bersemangat, tidak mau bermain, tak mau memegang botol susu, tak mau minum, bisa jadi bayi sudah mengalami dehidrasi berat. Bayi yang mengalami dehidrasi ringan sampai sedang, umumnya masih memiliki reaksi yang baik. la masih mampu bereaksi untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

  • Tidur dan lemas

Umumnya bayi tidur 10 jam/hari. Curigai bila bayi tidur terus dan tidak melakukan aktivitas apa pun. Ini bisa merupakan indikasi dehidrasiberat.

  • Kondisi kulit

Bayi yang mengalami dehidrasi berat, kulitnya akan tampak kering dan keriput. Kelenturan kulitnya pun terganggu. Ketika dicubit, kulitnya membutuhkan beberapa waktu untuk kembali seperti semula (normalnya kurang dari 2 detik).

  • Kondisi bibir dan mulut

Bibir dan mulutnya terlihat kering, ini dapat menjadi petanda dehidrasi berat.

  • Kondisi ubun-ubun.

Cermati juga ubun-ubun bayi. Jika ubun-ubun terlalu cekung, berarti telah mengalami dehidrasi berat.

  • Kondisi mata

Mata tampak cekung, menangis tanpa air mata, bisa dijadikan indikasi dehidrasi berat. Pada dehidrasi ringan sedang, mata bayi akan terlihat tidak terlalu cekung dan ketika menangis tetap mengeluarkan air mata meski sedikit.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.