Kompas.com - 22/07/2015, 15:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Studi baru menemukan masyarakat ternyata mengonsumsi lebih banyak garam dan kolesterol di restoran dibandingkan di tempat makan siap saji. Demikian penemuan yang diterbitkan di European Journal of Clinical Nutrition.

"Masyarakat terlalu memfokuskan diri pada fast food," kata peneliti Ruopeng An, asisten profesor departemen kinesiologi dan kesehatan masyarakat University of Illinois at Urbana-Champaign. Alhasil, detil nutrisi restoran bukan siap saji kurang diteliti.

Oleh karena itu An menggunakan data dari National Health and Nutrition Examination Survey 2003-2010 untuk menganalisa makanan yang dikonsumsi dan tempatnya. Dalam data tersebut, hampir 19 ribu orang dewasa melaporkan sendiri semua makanan yang disantap selama dua hari.

Penelitian ini, dan banyak juga sebelumnya, menemukan makan di restoran siap saji dan restoran biasa ternyata lebih buruk dibandingkan makan di rumah. Kedua jenis restoran itu ada hubungannya dengan peningkatan asupan kalori harian, lemak, lemak jenuh dan garam.

Makan di restoran siap saji ada hubungannya dengan eksra 190 kalori sehari sementara makan di restoran biasa mendapat tambahan 187 kalori. Lemak yang didapat pun rata-rata sama per hari: 10 gram.

Menariknya, restoran biasa ternyata menyajikan lebih banyak sodium dan kolesterol dibandingkan di restoran siap saji. Restoran biasa terbukti memberikan ekstra 48 mg kolesterol setiap hari sementara di resto siap saji hanya 10 mg.

Garam ekstra yang didapat dari restoran siap saji sebesar 297 mg sedangkan di restoran biasa ekstra garam itu sebanyak 412 mg.

Studi juga menemukan, membeli kemudian makan di rumah lebih baik daripada makan di tempat. An membandingkan menyantap makanan restoran di rumah, baik dengan membawa pulang atau pun dengan pengantaran, dan makan di restoran.

Hasilnya, peningkatan kalori, lemak, lemak jenuh, kolesterol dan garam paling banyak terjadi saat makan di restoran. Orang mendapatkan tambahan 200 kalori sehari ketika makan di restoran sedangkan peningkatan hanya 121 kalori ketika mereka mengonsumsi makanan restoran di rumah. (Ditilik dari gizi, tak ada perubahan di mana makanan siap saji dimakan).

Mengapa demikian? "Ketika makan di restoran, masyarakat punya banyak waktu, lebih rileks, akibatnya jadi makan berlebihan," jelas An.

Namun ia juga menemukan hal baik pada makan di restoran. Makan di restoran dibandingkan di tempat makan siap saji ada hubungannya dengan peningkatan asupan omega 3, vitamin B6, vitamin E, magnesium, potasium dan zinc serta berkurangnya konsumsi gula. "Dari prespektif ini, makan di restoran tak selamanya buruk," katanya.

Ia berharap hasil penelitian ini akan mendorong semakin banyak masyarakat untuk memasak sendiri. Namun ia realistis, masyarakat tak bisa dihentikan pergi makan ke luar.

"Anda tak harus menghabiskan satu porsi makanan yang dihidangkan di meja. Anda selalu dapat membawa pulang makanan untuk dimakan keesokan harinya," ujarnya memberi tip.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber TIME.com

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.